
KALTIMEDIA.COM, SAMARINDA – Sekumpulan pedagang yang mengatasnamakan Forum Pedagang Pasar Pagi (FPPP) berharap DPRD Kota Samarinda bisa memfasilitasi pertemuan antara pedagang dan pihak Pemerintah Kota Samarinda. Hal ini terkait revitalisasi Pasar Pagi, dimana mereka meminta kepastian jadi atau tidaknya rencana tersebut.
“Meminta dewan Kota Samarinda memfasilitasi atau memediasi antara kami FPPP dengan bapak Walikota, tujuannya untuk mencari kepastian,” Jelas Ketua Forum Pedagang Pasar Pagi (FPPP), Thoriq Hakim mewakili pedagang.
Sebutnya, pedagang mengkhawatirkan terkait dampak sosial dan ekonomi yang akan ditimbulkan pasca revitalisasi. Kekhawatiran mereka setelah dipindah ke tempat sementara, apakah akan sama ramainya dengan tempat yang lama.
Tambahnya, mendekati bulan Ramadhan, hal ini bisa mempengaruhi pemasukan mereka.
“Karena ini sudah mendekati bulan Ramadhan, biasanya pedagang itu mempersiapkan diri menjelang bulan Ramadhan 2 bulan sebelumnya. Hingga saat ini dari pihak pemerintah kota tidak ada kejelasan dan tidak ada kepastian, jadi atau tidak revitalisasi ini. Karena hingga saat ini tidak ada progres,” sebutnya.
Para pedagang sebutnya sebenarnya mendukung, dengan catatan jika rencana proyek tersebut sudah matang. Mereka mengkhawatirkan jika proyek ini terburu-buru kualitas bangunan juga tidak maksimal.
“Kami tidak berontak, kami tidak membantah dan tidak menentang program pemerintah. Kami mendukung, asalkan tolong dampak sosial dan ekonomi kami diperhatikan. Yang kami takut proyek ini mangkrak kalau dipaksakan, jadi forum meminta kalau bisa minta untuk ditunda,” ujarnya.
Ada 3 prioritas dari permintaan forum tersebut, pertama penundaan setelah Idul Fitri, kedua meminta tempat relokasi di satu titik, dan ketiga kepastian jika relokasi terjadi, selama masa pembangunan tersebut mereka meminta perjanjian untuk tenggat waktu tersebut wajib tepat waktu. (As)



