Desa Giri Agung Hasilkan Beras 900 Ton Per Tahun, Mampu Penuhi Kebutuhan Pangan Daerah Lain di Wilayah Kukar

Desa Giri Agung Hasilkan Beras 900 Ton Per Tahun, dan Mampu Memenuhi Kebutuhan Pangan Daerah Lain di Wilayah Kukar.

Kutai Kartanegara, Kaltimedia – Potensi besar pada sektor pertanian menjadikan Desa Giri Agung, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), sanggup memenuhi kebutuhan beras tak hanya di desanya saja. Namun juga mampu hingga keluar wilayah Kukar.

Lantaran saat ini, Desa Giri Agung memiliki lahan persawahan yang cukup luas, yakni sekitar 1. 200 hektare. Di atas lahan tersebut 90 persen digarap langsung oleh penduduk desa.

Supriyadi selaku Kepala Desa Giri Agung mengatakan, bahwa dari persawahan itu, warganya mampu menghasilkan 900 ton beras per tahunnya.

Sehingga beras Desa Giri Agung dinilai sanggup membantu memenuhi kebutuhan pangan daerah-daerah yang ada di wilayah Kukar. Saat ini Pemerintah Desa Giri Agung bahkan telah menyuplai beras hasil pertanian desanya ke Kecamatan Sebulu, hingga Muara Kaman.

“Karena banyaknya hasil produksi beras di desa kami, kami juga bekerja sama dengan perusahaan beras di Kecamatan Sebulu dan Muara Kaman. Mereka membeli beras kami seusai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET),” ujar Supriyadi saat dikonfirmasi pada Minggu (11/6/2023).

Pemdes Giri Agung juga bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk mengumpulkan, dan menyimpan beras petani di gudang yang telah disediakan.

Bumdes juga memfasilitasi Rice Milling Unit untuk mempercepat pengolahan beras, agar mempermudah proses penggilingan gabah. Adanya kerjasama dengan Bumdes ini, harapannya dapat membantu meningkatkan keuntungan para petani.

“Harapannya dengan adanya BUMDes ini, petani bisa mendapatkan keuntungan lebih dari hasil panennya. Kami juga ingin meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi beras kami,” ucapnya.

Untuk mengendalikan harga beras di Desa Giri Agung, Bumdes akan bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog). Dengan begitu harga beras tidak akan terlalu rendah saat musim panen.

“Kami ingin menjaga stabilitas harga beras di desa kami. Kami juga ingin memberikan jaminan ketersediaan beras bagi warga kami,” tutup Supriyadi.

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *