
Kutai Kartanegara, Kaltimedia.com –Desa-desa di Kalimantan Timur sangat berpotensi untuk dikembangkan, agar meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar wilayah tersebut.
Salah satu desa yang mempunyai potensi besar di sektor industri kelapa sawit adalah desa Batu-batu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Ratusan hektare perkebunan kelapa sawit mengelilingi desa Batu-batu. Terlihat jelas potensi besar pada perkebunan sawit yang dimiliki desa ini harus dikembangkan.
Potensi yang ada di desa Batu-batu dimanfaatkan oleh warganya untuk mencari penghasilan, dengan menjadi petani kelapa sawit. Hal tersebut dituturkan oleh Basri Kepala Desa Batu-batu, pada Sabtu (27/5/2023).
“Ini potensi yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Basri.
Basri mengakui, potensi kelapa sawit di desa Batu-batu memiliki peluang sangat besar untuk meningkatkan perekonomian warga, dan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Sebanyak 60 persen warga di Desa Batu-batu dikatakannya memiliki lahan sawit yang dikelola pribadi. Oleh karena itu, ia mengaku bahwa hasil panen dari warga selama ini sangat berkontribusi dalam pembangunan desa.
“Sebanyak 60 persen warga Batu-Batu memiliki lahan perkebunan kelapa sawit, dan itu sangat berkontribusi dalam pembangunan desa,” ungkapnya.
Dengan luasan lahan hingga ratusan hektare itu, terdapat 120 hingga 130 pohon sawit yang menjadi salah satu sumber perekonomian warga di Desa Batu-batu.
Tak main-main dalam waktu satu kali panen, Desa Batu-batu dapat menghasilkan sedikitnya 500 kilogram hingga 1,5 ton sawit.
“Saat panen itu langsung dijual ke pabrik atau pengepul yang harganya kisaran Rp 2 ribu perkilonya,” paparnya.
Karena memiliki hasil sawit yang melimpah itu, Basri berharap potensi ini dapat dimanfaatkan pemerintah untuk dikembangkan agar perekonomian warga juga dapat meningkat.
“Karena pengembangan potensi kelapa sawit bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.



