Renang dan Gateball Kaltim Bakal Bertanding Lebih Awal untuk Pra-PON

Renang dan Gateball Kaltim Bakal Bertanding Lebih Awal untuk Pra-PON.

SAMARINDA – Sebagai betuk keseriusan KONI Kalimantan Timur (Kaltim) dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 di Aceh-Sumut mendatang, maka jelang Pra PON, setiap cabor harus melakukan seleksi dan menyiapkan atlet terbaiknya.

Seperti cabor Renang dan Gateball, menjadi cabor awal yang akan bertanding di Pra PON pada Juni 2023 ini dan sudah memberikan hasil Selekprov yang dilaksanakan sebelumnya.

Ketua Umum KONI Kaltim Rusdiansyah Aras, melalui Wakil Ketua I Ego Arifin menerangkan, jika KONI sudah melakukan komunikasi dengan kedua cabor tersebut perihal test fisik. Di mana Renang nanti akan lebih dulu bertanding pada 10 Juni, sementara Gateball akan digulirkan pada 21 Juni 2023.

“Mereka sudah kita komunikasi khusus 2 cabor ini tentang kesiapan atletnya kalau untuk Gateball kita sudah melaksanakan tes fisik terhadap atletnya kalau Renang tidak sempat di tes fisiknya karena kondisi mereka saat melakukan Kejurda ada sedikit miss komunikasi antar intern mereka dan hasil dari tes fisik sudah kita miliki dan sudah dievaluasi teman-teman di Binpres,” terang Ego Arifin, Rabu (07/06/2023) siang.

Ego berharap untuk cabor Gateball yang pertama kali dipertandingkan di PON kali ini, bisa lolos dengan zona medali pada Pra PON nanti. Hanya saja berdasarkan hasim test fisik, dari 30 nama yang disetorkan, 90 persen diantaranya dibawah standar KONI. Sehingga kuota tersebut harus di kurangi.

“Dari hasil tes fisik atlet-atlet yang diajukan sekitar 30 orang, rata-ratanya sangat dibawah standar kemampuan fisiknya. Sehingga kita komunikasi dengan pelatih cabor Gateball, dengan menyesal memang kita harus kurangi jumlah 30 itu. Kurangnya berapa? Kita masih bicarakan itu secara teknis karena terkait dengan anggaran juga,” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk cabor Renang, Ego kembali menjelaskan bahwasannya ada 50 yang di verifikasi, hingga akhirnya mengkrucut menjadi 5 orang saja. Namun ada limit atlet yang masih junior.

“Kalau Renang itu jumlah mereka ajukan 50 orang tetapi setelah di verifikasi, mereka merekomendasikan hanya 5. Karena 5 orangnya itu masuk di limit (batasan) tapi ada 3 orang masuk kategori junior ada yang umur 13 sampai 15 tahun,” jelasnya lagi.

Ia menyebutkan bisa saja atlet Renang junior tersebut ikut ke Pra PON, namun melihat peta kekuatan dengan lain maka akan jauh dari potensi medali seperti yang diharapkan.

“Boleh ikut tapi secara teori umur 13 tahun mengikuti dewasa akan lain. Mereka ngajukan 5 atlet ya kita sudah verifikasi dan hampir pasti yang usia begitu kita tidak akan mengirim, pengurangan kuota yang sesuai mereka ajukan. Memang limitnya masuk tapi masih dalam kategori junior,” katanya Ego.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengarahkan kepada KONI Kaltim untuk lebih jeli memilih atlet yang berkualitas untuk di turunkan pada Pra PON dan PON mendatang. Sehingga melalui proses ini sebagai bentuk keseriusan KONI guna meraih prestasi dengan target kembali meraih 5 besar nasional. (Dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *