
Samarinda – Sebagai bentuk persiapannya menjelang Pra PON, Pengprov Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kaltim berencana untuk menggelar seleksi atlet. Dimana seleksi tersebut harus dilaksanakan, karena tim Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU) yang tidak bisa berpatisipasi pada Porprov di Berau 2022 lalu.
Ketua Pengprov ABTI Kaltim, Suryadi Gunawan menerangkan, bahwa Bola Tangan mempunyai tanggung jawab besar untuk bisa mempertahankan prestasinya pada PON di Papua 2021 lalu. Untuk itu, seleksi akan tetap dilaksanakan guna mencari atlet yang terbaik.
“Karena di Porprov kemarin, Balikpapan dan PPU tidak ikut, ini tentu akan kami seleksi lagi. Apalagi ini untuk pra PON, sebuah agenda besar,” jelas Suryadi kepada awak media.
Seleksi tersebut nantinya akan dibalut dalam bentuk kejuaraan provinsi (kejurprov), pada akhir Januari atau awal Februari 2023 nanti. Sehingga, ketika sudah terpilih para pemain, maka persiapan ke pra PON pada September nanti bisa dimaksimalkan.
“Harapannya bisa digelar akhir bulan atau awal Februari nanti. Tapi ini juga tergantung anggaran ya, mudah-mudahan sudah ada,” harapnya.
Untuk materi pemain sendiri, atlet-atlet eks PON, Suryadi menyebutkan masih cukup dominan. Namun di Berau lalu, sejumlah pemain muda mampu menunjukkan progres positif. Dengan selisih poin sekecil itu, tentu menjadi kabar baik bagi ABTI Kaltim, untuk mempersiapkan atlet-atlet lapis keduanya.
“Kualitas junior ini sangat bagus, nanti dilihat lagi, kalau ada senior yang kalah bersaing, bisa saja digeser. Karena kami menerapkan sistem promosi degradasi,” jelas Suryadi.
Suryadi juga memastikan, program latihan atlet-atletnya tetap berjalan seperti biasa. Bekas Hotel Atlet di kawasan Gor Kadrie Oening, disebutnya menjadi venue untuk latihan teknik dan game. Sementara untuk latihan fisik, para atlet memanfaatkan sarana fitnes yang ada di KONI Kaltim.
“Latihan tetap berjalan seperti biasa, lima kali dalam seminggu,” pungkasnya. (Dy)





