Usai Ujian Daring Pelajar SMP di Balikpapan Meninggal, Sempat Jatuh Saat Wudhu

Jenazah Wahyudi Rahmad (14) saat dimakamkan. (pcm)

BALIKPAPAN – Pelajar kelas dua SMP di Balikpapan meninggal dunia usai mengikuti ujian secara daring pada Rabu (25/11/2020) pagi di RSUD Beriman. Wahyudi Rahmad (14) anak dari pasangan Pardi (53) dan Susi sugiarty (42) langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Sulawesi, RT 45, Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah.

Isak tangis pun tak terbendung di rumah duka. Jenazah di makamkan di TPU KM 0,5, Balikpapan Utara. Ayah almarhum menceritakan, pada Selasa (24/11/2020) pagi anaknya mengikuti ujian semester melalui daring atau online.

Ujian tersebut dilakukan dua kali, yaitu pada pukul 08.00 Wita dan pukul 10.00 Wita. Kondisi anaknya pun baik-baik saja.

Namun sekitar pukul 10.30 Wita, Pardi melihat anaknya sudah tergeletak di lantai dalam keadaan tidak sadarkan diri.

“Pagi itu saat ikut ujian sehat-sehat saja. Dia ujian dua kali. Saat ujian ke dua itu pukul 10.00 Wita saya keluar rumah, pas pulang sudah lihat dia terkapar tidak sadarkan diri,” ungkapnya.

Dibantu keluarga dan tetangga, Pardi membawa anak keduanya itu ke RSUD Beriman untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah mendapat perawatan intensif, tenaga medis mengabarkan bahwa putranya harus jalani Computed Tomography (CT) Scan yang rencananya dilakukan pada Rabu (25/11/2020).

“Dugaan ada gangguan pada bagian syaraf. Harusnya akan dirujuk ke RSKD atau RS Pertamina untuk menjalani CT Scan. Tapi Allah berkehendak lain,” jelas Pardi sembari meneteskan air mata.

Sementara itu, dokter spesialis anak RSUD Beriman dr. Rumiris Manullang menjelaskan, setibanya di RSUD kondisi almarhum dalam keadaan tidak sadarkan diri dan penanganannya dilakukan sesuai dengan prosedur.

“Kondisi yang tiba-tiba kehilangan kesadaran kami pasti harus curiga kemungkinan ada sesuatu dengan otaknya. Prosedurnya kita harus melakukan pemeriksaan CT Scan. Kebetulan di RSUD tidak ada, dan kita sudah mengupayakan untuk merujuk,” jelasnya.

Tambahnya, dari penanganan dan informasi orang tuanya, kurang lebih tiga hari sebelum sakit almarhum jatuh saat wudhu. Namun, posisi jatuhnya sendir tidak diketahui secara detail.

“Keluhan yang dialami pasien, ada muntah dan kejang. Kecurigaannya kemungkinan ada pendarahan. Jadi penyebab utamanya belum pasti. Kami masih menduga pendarahan karena tiba-tiba,” serunya. (pcm)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *