
Samarinda, Kaltimedia.com – Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Noryani Sorayalita, selaku menyampaikan bahwa perlu ada strategi baru dalam upaya mengurangi kesenjangan antar gender.
Hal itu dia kemukakan pada acara Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) Angkatan XIV di Gedung LAN Samarinda, Kamis (10/11/2022) kemarin.
“Perlu adanya gerakan yang mengkampanyekan pentingnya implementasi pengarusutamaan gender kepada perangkat daerah dan masyarakat, sehingga apapun kebijakan yang dibuat dan diambil harus responsif gender agar kesejangan gender semakin kecil dan tercipta kesetaraan dan keadilan gender,” katanya.
Kemudian, dengan adanya strategi ini, dapat fokus pada optimalisasi Anggaran Responsif Gender (ARG) yang bertujuan agar terjadi pengarusutamaan gender (PUG) guna mengurangi kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dalam menerima manfaat dan mengakses hasil pembangunan yang sama.
“Berkurangnya kesenjangan gender dalam konteks ini diharapkan oleh Soraya agar dapat membantu laki-laki dan perempuan memanfaatkan hasil-hasil pembangunan dan mendapatkan haknya atas layanan dasar publik seperti akses pendidikan, layanan kesehatan dan kebutuhan dasar masyarakat lainnya,” ujarnya.
Dengan adanya strategi tersebut, dirinya berharap program Kaltim PEKA Gender yang sebelumnya diinisiasi oleh DKP3A Kaltim, dapat mengurangi kesenjangan antar gender baik laki-laki dan perempuan.
“Semuanya mendapatkan kesempatan yang sama dalam pengembangan potensi dan kompetensi, mampu mendapatkan penghasilan dan fasilitas yang setara dan juga dapat saling berbagi peran dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi dari masing-masing individu terlepas dari gender,” pungkasnya. (titi)





