Membahas Stunting dan Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat, MUI dan FKUB Kaltim Hadirkan Para Ahli

Foto : Cegah Stunting Pada Generasi Penerus. Sumber Foto : health.detik.com

Samarinda, Kaltimedia.com – Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI Kalimantan Timur (Kaltim) bekerjasama dengan Perempuan Lintas Agama (PERLITA) FKUB Kaltim bekerjasama dalam kegiatan talkshow pencegahan stunting.

Talkshow yang bertajuk Mencegah Stunting Menuju Generasi Kuat dan Cerdas berlangusng di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, pd Sabtu (24/9/2022). Menghadirkan empat orang narasumber yakni Dosen Universitas Mulawarman (Unmul) Dr. Dr. Nataniel Tandirogang, M.Si, Kepala Dinas KP3A Kaltim Noryani Sorayalita, MUI Kaltim Siti Shogirah, dan perwakilan Perlita FKUB Kaltim Sonja Verra T Lumowa.

Gubernur Kaltim Isran Noor, yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Jaya Mualimin, MARS menyambut baik digelarnya kegiatan talkshow cegah stunting garapan MUI dan FKUB Kaltim dlm smbutnny.

“Talkshow ini dapat dijadikan sebagai momentum bagi kita semua untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kaltim yang sehat, kuat dan sejahtera. Serta mendukung pelaksanaan pembangunan di Provinsi Kaltim khususnya Pelaksanaan Program Bangga Kencana di Provinsi Kalimantan Timur,” ungkapnya, Minggu (6/11/2022).

Sebelumnya Ketua MUI Kaltim KH. Muhammad Rasyid, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya kegiatan talkshow ini, tidak lupa ia menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemprov Kaltim, pihak dukungannya sehingga acara terlaksana dengan lancar.

Ia menjelaskan, Ilmu Syariah dalam Islam ada dalam lima kelompok, salah satunya adalah memelihara generasi penerus selanjutnya, termasuk pernikahan. Perkawinan berpengaruh pada generasi selanjutnya. Yang berpengaruh pada masa depan generasi penerus. Termasuk praktek pernikahan dini. Pun masalah stunting ini dlh topik serius untuk dituntaskan, bahkan menjadi salah satu bahan debat calon presiden RI pada tahun 2019.

“Dalam Al Quran Surah Annisa ayat sembilan mengingatkan agar keturunan manusia jangan sampai lemah, Kultur Kawin usia dini, bisa berdampak pada pelemahan generasi penerus,” ujarnya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas KP3A Kaltim Noryani Sorayalita menambahkan, adanya kegiatan semacam ini sangat didukung oleh pihaknya, mengingat kasus stunting sendiri tidaknya hanya tugas dari segelintir pihak terkait saja.

“Tentunya stunting ini merupakan permasalahan yang harus dihadapi bersama, karenanya masa depan bangsa berada di generasi penerus. Kami dari Dinas KP3A Kaltim memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kegiatan ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut acara ini dihadiri  lebih dari 200 orang, melebihi target sebanyak 150 orang peserta, yang berasal dari perguruan tinggi, sekolah, majelis taklim, organisasi perempuan, ormas keagamaan, pondok pesantren, dan PAUD/TK di Kaltim. (titi)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *