
Samarinda, Kaltimedia.com – Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda, angka kemiskinan di Kota Samarinda pada tahun 2021 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya (2020) dari 4,76 persen menjadi 4,99 persen dari total jumlah penduduk. Kesempatan kerja tidak seimbang dengan pertumbuhan penduduk. Apalagi abgi mereka yang berkebutuhan khusus seperti disabiliats yang masih susah mendapatkan pekerjaan karena keterbatasan fisik.
Untuk mengurangi angka kemiskinan tersebut, dirancang berbagai inovasi untuk dapat membuka lapangan pekerjaan bagi diasbilitas di Samarinda. Seperti yang sudah dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Samarinda.
Sejak tahun 2019 mereka mempunyai gagasan Pelayanan Antar Dokumen Kepada Masyarakat Bekerjasama Dengan Disabilitas atau disingkat Pak Dola Kadis. Inovasi ini berhasil mendapat penghargaan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dalam penyerahan penghargaan di lingkungan Pemprov Kaltim dan kabupaten/kota. kategori penjaringan peserta inovasi dan kreatifitas pelayanan perangkat daerah (Pepes Ikan Peda) provinsi dan kabupaten/kota tahun 2021.
“Gagasan ini dibuat tentunya untuk membuka lapangan pekerjaan kepada para disabilitas, membantu agar mereka dapat mengangkat perekonomian kelurganya,” jelas Kepala Disdukcapil Samarinda Abdullah, Rabu (9/11/2022).
Tidak berhenti disitu, Abdullah menjelaskan Dukcapil juga memperkerjakan disabilitas untuk menjadi karyawan di Koperasi kantor pada bagian fotokopi. Mereka juga diajarkan bagaimana memiliki etos kerja yang baik, mandiri dan produktif. Semua itu, untuk meningkatkan kesejahteraannya.
“Yang kami lakukan semata-mata untuk membantu para disabilitas dapat produktif dan menaikkan derajat hidupnya,” harapnya.
Di tempat terpisah, Kepala DKP3A Kaltim Noryani Sorayalita mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh pihak Dukcapil Kota Samarinda. Dirinya pun siap untuk berkolaborasi kepada OPD terkait, untuk memperdayakan disabilitas.
“Tentunya ini gerakan yang sangat bagus dan kami siap untuk bekerjasama,” ungkapnya. (titi)





