
Samarinda, Kaltimedia.com – Dalam meningkatkan pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) bagi Kelompok Rentan, Ditjen Dukcapil akan menerapkan sistem jemput bola. Sehingga seluruh masyarakat yang masuk dalam kategori tersebut, akan terjaring secara maksimal.
Menurut Perencana Ahli Madya Ahmad Ridwan mengatakan, pihak Dukcapil akan turun langsung dan membantu pelayanan kepada penduduk rentan.
“Misalnya pelayanan jemput bola pada lokasi gempa bumi di Sulbar pada Januari 2021, banjir bandang di NTB April 2021, pelayanan kepada suku anak dalam, pelayanan ke panti asuhan, panti jompo, pendataan siswa-siswi di SLB. Itu semua kami lakukan demi menjangkau langsung penduduk rentan Adminduk,” katanya, Kamis (13/10/2022).
Ia pun menuturkan, telah dilakukannya pencanangan gerakan bersama pelayanan adminduk bagi penyandang disabilitas di sembilan daerah, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, Bali meliputi NTT dan NTB, Banten, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur dan Sumatera Selatan.
Lebih lanjut ia pun menjabarkan hasil layanan pada pencatatan ragam disabilitas pada F1.01 akan diberikan dokumen kependudukan berupa Biodata Penduduk.
“Masyarakat ke Dukcapil untuk didata jenis disabilitasnya, misalnya tuna rungu, tuna netra, dan tuna wicara, selanjutnya akan dicetakkan Biodata Penduduk yang berisi salah satunya keterangan sebagai disabilitas. Untuk ke pelayanan publik tunjukkan Biodata Penduduk tersebut karena pada KTP-el memang tidak disebutkan ragam disabilitas,” paparnya.
Ditjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh berharap acara DMM seperti ini dapat memberikan literasi dan pemahaman terkait layanan Dukcapil yang memudahkan masyarakat. (titi)



