
SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, melalui Tim Pengawas dan Pengarah (Wasrah), menggelar rapat internal pada Jumat (10/06/2022) kemarin di Kantor KONI Kaltim.
Rapat internal ini membahas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada November 2022 nanti di Kabupaten Berau. Tentu saja, fokusnya ialah menanggapi pemangkasan cabor yang dipertandingkan oleh Ketua PB Porprov, Sri Juniarsih, yang juga menjabat Bupati Berau.
Ketua Tim Wasrah Porprov, Ego Arifin menjelaskan bahwa pembahasan dan penetapan nomor tanding merupakan tupoksi KONI Kaltim dan PB Porprov. Namun pihaknya hanya ingin memberikan rekomendasi agar PB mengevaluasi terkait pemangkasan tersebut.
“Kami tidak terlalu menanggapi itu karena kewenangan penentuan tersebut itu bukan Wasrah, adalah wewenangnya KONI. Tetapi kami wasrah tadi sudah membuat rekomendasi kepada ketua KONI, ada langkah-langkah agar keputusan yang 36 cabor itu bisa di evaluasi,” terang Ego Arifin, saat ditemui Awak media.
Melihat pemangkasan menjadi 36 cabor menjadi keprihatinan tersendiri. Lantaran banyak cabor yang sudah bersiap menghadapi Porprov namun tidak jadi dipertandingkan.
Hasil pembahasan, diharapkan KONI Kaltim mampu menempuh langkah-langkah untuk mengabil keputusan bagi kemaslahatan cabor lainnya.
“Paling penting ialah koni supaya segera berkoordinasikan dengan ketua PB Porprov dalam hal ini ibu bupati dan KONI Berau terkait informasi yang disampaikan dan tersebar,” ujarnya.
“Karena dibawah ini resah, karena sejumlah mekanisme sudah dijalankan kemudian adanya pemangkasan itu dirasa sepihak. Namun bagi kami dari Wasrah bisa saja ada hal lain yg perlu kita tanyakan dan koordinasikan,” sambungnya.
Lebih lanjut, menilik dari PON Papua 2021 lalu, Ego menjelaskan pemangkasan merupakan hal wajar dan saat itu di PON Papua juga terjadi namun karena terus di koordinasikan bisa mendapatkan kesepakatan yang baik bagi seluruh Cabor.
Rekomendasi tersebut akan disampaikan kepada Ketua KONI Kaltim dengan tujuan pelaksanaan Porprov dapat berjalan sukses.
“Entah nanti kesepakatan dari PB Porprov dan KONI Kaltim, entah nanti dinaikan cabornya dari 36 jadi sekian dan 63 itu turun jadi berapa. Nah ini harus ketemu antara KONI, PB Porprov dan KONI berau. Kenapa KONI berau terlibat? karena pelaksana dilapangan adalah pengcab yang dibawah KONI Berau,” pungkasnya. (ren)



