Balikpapan Diproyeksikan Jadi Kota MICE, Pemkot Fokus Benahi Infrastruktur dan Layanan Dasar

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo.

KALTIMEDIA.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat langkah transformasi daerah menuju kota berbasis Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Konsep tersebut dipersiapkan sebagai arah baru pembangunan kota agar Balikpapan tidak lagi bergantung pada sektor pertambangan, melainkan berkembang sebagai pusat jasa, bisnis, pariwisata, dan kegiatan pertemuan berskala nasional maupun internasional.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa transformasi menuju kota MICE membutuhkan kesiapan infrastruktur dan pelayanan publik yang memadai. Karena itu, Pemerintah Kota Balikpapan saat ini memprioritaskan pembenahan fasilitas dasar serta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara merata.

“Hal infrastruktur harus dibenahi. Kebutuhan dasar tidak boleh kurang dan tidak boleh tidak merata. Mulai dari air, listrik, hingga infrastruktur jalan harus ditingkatkan menjadi lebih baik,” ujar Bagus, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya berfokus pada estetika atau pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dasar yang layak dan berkualitas. Ia menilai kota yang nyaman bagi masyarakat akan lebih siap menjadi tujuan investasi maupun kegiatan berskala besar.

Bagus juga menyoroti pentingnya penanganan kemacetan lalu lintas yang mulai meningkat seiring pertumbuhan kota dan tingginya mobilitas masyarakat. Selain itu, stabilitas pasokan listrik, penerangan jalan umum, hingga konektivitas antarwilayah juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Tidak hanya sektor infrastruktur fisik, Pemerintah Kota Balikpapan turut memperkuat sektor pendidikan dan ekonomi masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni pembangunan sekolah baru guna mengurangi disparitas daya tampung sekolah negeri serta meningkatkan pemerataan akses pendidikan.

Di sektor pariwisata, pemerintah terus menambah fasilitas penunjang untuk mendukung daya tarik kota, termasuk pengembangan kawasan wisata keluarga dan kuliner di wilayah pantai. Kawasan tersebut kini mulai dilengkapi dengan fasilitas penginapan dan sarana pendukung lainnya untuk menarik wisatawan maupun pelaku kegiatan MICE.

Bagus mengatakan transformasi menuju kota MICE sebenarnya sudah mulai berjalan dan hasilnya perlahan mulai dirasakan masyarakat. Menurutnya, pengembangan kota dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan dan potensi daerah.

Ia menyebut sejumlah indikator makro Kota Balikpapan menunjukkan capaian yang cukup baik, termasuk tingkat inflasi yang berada di kisaran 1,17 persen dan disebut sebagai salah satu yang terendah di Kalimantan Timur pada periode tertentu. Selain itu, angka kemiskinan di Balikpapan juga diklaim tetap berada pada level rendah.

Meski demikian, pemerintah tetap melakukan evaluasi terhadap sejumlah persoalan lain seperti angka stunting yang dinilai masih dipengaruhi tingginya arus pendatang ke Kota Balikpapan.

“Untuk stunting yang agak tinggi karena faktor pendatang, ini akan terus kami evaluasi,” pungkas Bagus.

Melalui penguatan infrastruktur, pelayanan dasar, pendidikan, hingga sektor pariwisata, Pemerintah Kota Balikpapan berharap transformasi menuju kota MICE dapat berjalan optimal sekaligus menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (mang/Adv Diskominfo Balikpapan)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *