Mahasiswa Samarinda Demo di Korem 091, Desak Pengusutan Tuntas Kasus Andrie Yunus

Gambar saat ini: Foto: Aksi solidaritas “Gerakan Rakyat Menggugat” warnai Samarinda, mahasiswa tuntut aktor intelektual penyiraman air keras diungkap dan dibawa ke peradilan umum. Sumber: Istimewa.
Foto: Aksi solidaritas “Gerakan Rakyat Menggugat” warnai Samarinda, mahasiswa tuntut aktor intelektual penyiraman air keras diungkap dan dibawa ke peradilan umum. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com – Aksi demonstrasi mahasiswa kembali terjadi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam gerakan “Gerakan Rakyat Menggugat” menggelar aksi di depan Markas Korem 091/Aji Surya Natakesuma, Jalan Gajah Mada, Rabu (8/4/2026) sore.

Aksi ini merupakan bentuk solidaritas terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras beberapa waktu lalu.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa melakukan orasi secara bergantian di depan gerbang Korem. Bahkan, massa sempat membakar ban sebagai bentuk protes. Demonstrasi berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian.

Koordinator lapangan aksi, Ibrahim, menyampaikan kekecewaannya lantaran tidak ada pimpinan Korem yang menemui massa secara langsung.

“Hari ini kami sudah berhasil masuk dan menduduki Korem 091 Samarinda, tetapi perjuangan belum selesai. Danrem tidak ada di tempat dan tidak menemui kami,” ujarnya.

Ia menegaskan, aksi lanjutan akan terus dilakukan hingga tuntutan mereka benar-benar didengar oleh pihak berwenang.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan penting. Mereka mendesak agar kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus diusut secara tuntas, termasuk mengungkap aktor intelektual di balik kejadian tersebut.

Selain itu, massa juga meminta agar pelaku dibawa ke peradilan umum, bukan hanya diproses secara internal.

Tak hanya itu, mahasiswa juga menolak Undang-Undang TNI Nomor 3 Tahun 2025 serta mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap praktik kekerasan di dalam institusi.

Beberapa tuntutan lainnya meliputi:

  • Perlindungan bagi keluarga korban dan saksi
  • Pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF)
  • Penghentian segala bentuk intimidasi terhadap masyarakat
  • Respons TNI: Aspirasi Akan Diteruskan

Menanggapi aksi tersebut, Arif Hermad selaku Dandim 0901/Samarinda menyatakan pihaknya menerima seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

“Kami menerima penyampaian aspirasi dari adik-adik mahasiswa. Tuntutan-tuntutan ini nanti akan kami laporkan ke pimpinan,” ujarnya.

Ia juga mengaku memahami keresahan yang muncul di tengah masyarakat dan menilai kasus tersebut perlu diungkap secara transparan.

“Kami juga sependapat dengan mahasiswa, karena permasalahan ini harus diungkap. Kami juga kaget mendengar kejadian ini dan sangat menyayangkan,” tambahnya.

Arif memastikan proses hukum masih berjalan di internal TNI dan menegaskan bahwa situasi di Samarinda tetap aman dan kondusif.

Meski sempat memanas, aksi demonstrasi berlangsung relatif tertib hingga selesai. Mahasiswa menyatakan akan kembali turun ke jalan apabila tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti secara serius.

Aksi ini menjadi sorotan publik, sekaligus menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus kekerasan, khususnya yang melibatkan aparat. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *