Kebakaran Besar di Desa Muara Adang, Korban Jalani Ibadah Puasa di Tenda Pengungsian

Gambar saat ini: Foto: Kebakaran di RT 003, Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser. Sumber: Istimewa.
Foto: Kebakaran di RT 003, Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Masyarakat kawasan padat penduduk di RT 003, Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, terpaksa menjalani ibadah puasa di bawah tenda pengungsian setelah kebakaran besar terjadi pada Kamis, 26 Februari 2026.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 Wita itu menghanguskan puluhan bangunan rumah dan kios, serta berdampak pada ratusan warga.

Berdasarkan informasi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Paser, kejadian pertama kali dilaporkan pada pukul 16.40 Wita oleh Kepala Desa Muara Adang, Kurniansyah, melalui sambungan telepon kepada admin Damkar Sektor Long Ikis.

Mendapat laporan tersebut, Regu 3 yang tengah bertugas langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 16.45 Wita.

Kepala Disdamkar Kabupaten Paser, Muhammad Lukman Darma, menyebutkan penyebab kebakaran sementara diduga akibat aktivitas anak-anak yang bermain petasan atau kembang api di depan kios BBM milik Arbi, Ketua RT 03 setempat.

“Dari informasi awal yang kami terima di lapangan, percikan petasan diduga menyambar bahan bakar yang berada di sekitar kios. Karena di lokasi terdapat material yang mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya,” ujar Lukman Darma saat dikonfirmasi, Jumat 27 Februari 2026.

Ia menjelaskan, kondisi bangunan yang sebagian besar berbahan kayu dan berdempetan membuat api sulit dikendalikan dalam waktu singkat. Selain itu, kawasan tersebut berada di wilayah pesisir dengan akses gang sempit dan padat penduduk.

Dalam proses penanganan, petugas Damkar Sektor Long Ikis menempuh jarak sekitar 32 kilometer dan tiba di lokasi pada pukul 18.20 Wita. Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan pemadaman bersama unsur gabungan TNI-Polri, PLN, relawan, serta masyarakat setempat.

Damkar Sektor Long Ikis mengerahkan dua unit armada, yakni mobil branwir berkapasitas 3.000 liter dan mobil suplai 5.000 liter. Bantuan tambahan datang dari Damkar Sektor Long Kali dengan armada serupa serta Damkar Sektor Kuaro yang menurunkan unit water supply 4.000 liter. Relawan Redkar MPA Kuaro juga turut mengerahkan unit operasional dan pompa portable.

“Total ada 13 personel Damkar dari tiga sektor yang terlibat langsung dalam penanganan. Kami juga didukung Polsek Long Ikis, Koramil 0904-04/Long Ikis, PLN ULP Long Ikis, serta relawan Redkar dari beberapa wilayah,” kata Lukman.

Ia mengakui tantangan terbesar di lapangan adalah keterbatasan akses jalan. Rumah-rumah di tepi laut dan gang sempit membuat armada tidak dapat menjangkau langsung titik api, sehingga petugas harus menarik selang dalam jarak cukup jauh.

“Metode yang kami lakukan bersifat preventif dan antisipatif untuk mencegah api menjalar lebih luas. Prioritas utama adalah melokalisir api agar tidak menyebar ke permukiman lainnya,” ujarnya.

Berdasarkan pendataan sementara, tercatat 45 rumah terdampak, dengan rincian 34 rumah terbakar dan 11 rumah mengalami kerusakan akibat panas dan rambatan api. Total warga terdampak mencapai 57 kepala keluarga atau 173 jiwa. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Kerugian material akibat kebakaran ini ditaksir mencapai sekitar Rp9,65 miliar.

Atas kejadian tersebut, Lukman mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan sumber api, terutama di lingkungan padat penduduk dan dekat bahan mudah terbakar, terlebih di bulan Ramadan 1447 Hijriah. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *