
Samarinda, Kaltimedia.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mempercepat penanganan persoalan rembesan dan tampias air hujan yang selama ini dikeluhkan pedagang di Pasar Pagi Samarinda.
Salah satu langkah strategis yang kini memasuki tahap persiapan adalah pengadaan perangkat penutup fleksibel pada sejumlah titik bangunan yang rawan kemasukan air saat hujan deras. Program ini dirancang sebagai solusi jangka menengah dengan target penyelesaian bertahap hingga tuntas dalam dua tahun ke depan.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy, menjelaskan pemasangan akan diprioritaskan pada area dengan tingkat kerawanan tertinggi.
Beberapa titik yang menjadi perhatian utama antara lain sisi kiri dan kanan bangunan, termasuk bagian yang berbatasan dengan Gang Pandai serta Jalan Tumenggung. Lokasi-lokasi tersebut kerap terdampak tampias ketika intensitas hujan meningkat, sehingga mengganggu aktivitas jual beli dan kenyamanan pengunjung.
“Penanganan difokuskan pada lantai dan sisi bangunan yang paling sering terdampak. Kami ingin memastikan air tidak lagi masuk dan mengganggu aktivitas perdagangan,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Sistem yang akan diterapkan mengusung konsep penutup berbasis mekanisme gulung. Meski sepintas menyerupai rolling door, desain yang digunakan bukan model pintu geser konvensional.
Perangkat ini dirancang fleksibel, dapat ditutup saat hujan turun untuk menahan tampias, dan dibuka kembali ketika cuaca cerah. Dengan demikian, sirkulasi udara tetap terjaga dan aktivitas ekonomi tidak terhambat.
“Ketika hujan, penutup bisa difungsikan secara maksimal. Namun saat kondisi normal, bisa dibuka agar pasar tetap terang dan aliran udara berjalan baik,” jelas Marnabas.
Perangkat tersebut saat ini telah memasuki tahap pemesanan dan ditargetkan mulai terpasang pada tahun ini. Pemerintah optimistis penanganan menyeluruh terhadap persoalan tampias di Pasar Pagi dapat diselesaikan pada 2026.
Dari sisi anggaran, pemasangan pada struktur utama bangunan akan dibiayai melalui APBD. Sementara itu, untuk pekerjaan tambahan—terutama di area tangga yang berpotensi licin saat basah—pemerintah tengah menjajaki dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Penanganan tangga menjadi perhatian khusus karena berkaitan langsung dengan aspek keselamatan pengunjung dan pedagang.
“Kami masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk dukungan CSR, khususnya pada area tangga yang memerlukan perlakuan tambahan demi menjamin keamanan,” tambahnya.
Percepatan program ini juga mempertimbangkan kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi. Intensitas hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir dinilai memperbesar risiko genangan dan potensi kecelakaan di area pasar.
Melalui pemasangan sistem penutup fleksibel ini, Pemkot Samarinda berharap Pasar Pagi dapat menjadi ruang perdagangan yang lebih aman, nyaman, dan adaptif terhadap perubahan cuaca, sekaligus menjaga kelangsungan aktivitas ekonomi masyarakat. (Rfh)
Editor: Ang



