
Samarinda, Kaltimedia.com – Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, mengingatkan agar rencana pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Barat (Kubar) berjalan sesuai tahapan dan perencanaan yang matang.
Menurut Ekti, proyek strategis tersebut memerlukan sinergi kuat antara Pemkab Kukar, Pemkab Kubar, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim agar dapat direalisasikan secara optimal.
“Kami pada dasarnya mendukung penuh rencana pembangunan ini,” ujar Ekti, Rabu (11/2/2026).
Ia menegaskan, penyusunan Detail Engineering Design (DED) menjadi tahapan awal yang krusial sebelum proyek masuk ke tahap penganggaran dan pelaksanaan. DED akan menjadi dasar penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) serta Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).
Tanpa dokumen perencanaan teknis yang komprehensif, lanjutnya, proses pembangunan berisiko tidak berjalan efektif.
“Perlu ada kesepahaman dan kerja sama antara Pemkab Kubar, Pemkab Kukar, dan Pemprov Kaltim agar tahapan ini bisa segera diselesaikan,” tegasnya.
Ekti menilai, jalan alternatif Kukar–Kubar bukan sekadar akses penghubung baru, melainkan infrastruktur strategis yang dapat meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedalaman Kaltim.
Tantangan Fiskal 2026
Di sisi lain, ia mengakui kondisi fiskal tahun anggaran 2026 cukup menantang akibat kebijakan efisiensi anggaran. Pemprov Kaltim disebut mengalami pengurangan anggaran lebih dari Rp6 triliun.
Kabupaten Kukar yang sebelumnya memiliki anggaran sekitar Rp12 triliun kini tersisa kurang lebih Rp6 triliun. Sementara Kabupaten Kubar juga mengalami pemangkasan sekitar Rp400 hingga Rp500 miliar.
Meski demikian, Ekti tetap optimistis proyek tersebut dapat diwujudkan selama ada komitmen dan koordinasi lintas daerah yang berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan jalan alternatif Kukar–Kubar harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang akan memperkuat konektivitas regional di Bumi Etam.
Keberadaan jalur baru ini diyakini mampu mempersingkat waktu tempuh, mempercepat arus logistik, serta membuka peluang ekonomi baru di sepanjang koridor penghubung tersebut.
“Dengan komitmen dan sinergi yang kuat, jalan alternatif Kukar–Kubar ini bisa menjadi salah satu pendorong utama pembangunan wilayah pedalaman Kaltim,” pungkasnya. (Rfh)
Editor: Ang





