Es Gabus, Jajanan Legendaris yang Bertahan Lintas Generasi

Gambar saat ini: Foto: Es Gabus, Jajanan Legendaris yang Bertahan Lintas Generasi. Sumber: Istimewa.
Foto: Es Gabus, Jajanan Legendaris yang Bertahan Lintas Generasi. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com – Nama es gabus kembali menjadi perbincangan publik setelah muncul kasus dugaan penggunaan spons dalam pembuatannya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Terlepas dari polemik tersebut, es gabus sejatinya merupakan salah satu jajanan legendaris yang lekat dengan kenangan masa kecil banyak orang Indonesia.

Es gabus dikenal luas sejak era 1980-an hingga 1990-an. Pada masa itu, jajanan ini kerap dijajakan pedagang keliling dengan bentuk menyerupai potongan kue pipih berwarna cerah, bertekstur lembut, dan dibungkus plastik sederhana. Harganya yang terjangkau membuat es gabus menjadi favorit anak-anak, terutama saat cuaca panas.

Jejak Sejarah Es Gabus

Es gabus juga dikenal dengan sebutan es kue. Jejak keberadaannya diyakini sudah ada sejak masa kolonial Belanda, menjadikannya salah satu kudapan tradisional yang mampu bertahan lintas zaman.

Mengutip detikFood, es gabus dibuat dari tepung hunkwe, bahan pangan yang menunjukkan pengaruh budaya Tionghoa dalam kuliner Nusantara. Perpaduan sejarah dan budaya tersebut menjadikan es gabus bukan sekadar camilan, melainkan bagian dari warisan kuliner Indonesia.

Keberadaan es gabus bahkan telah tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Melalui akun Instagram resminya, Badan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyebut es gabus sebagai jajanan legendaris rakyat Indonesia.

“Es gabus adalah jajanan legendaris yang warnanya ceria, rasanya manis, dan kenangannya melekat. Es ini terbuat dari tepung hunkwe, dibekukan dalam bentuk balok pipih, lalu dibungkus plastik sederhana,” tulis akun Instagram @badanbahasakemdikbud, Kamis (29/1/2026).

Bahan dan Varian Rasa

Secara umum, es gabus dibuat dari campuran tepung hunkwe, santan, dan gula, kemudian dibekukan hingga menghasilkan tekstur khas. Saat beku, es gabus terasa kenyal, sementara ketika mulai mencair teksturnya menjadi lembut menyerupai gabus—asal mula penamaannya.

Varian rasa yang paling populer adalah pandan, disusul rasa cokelat dengan cita rasa manis legit dari bubuk atau pasta cokelat. Selain itu, terdapat pula varian rasa buah yang menggunakan jus atau pasta buah, seperti stroberi, mangga, hingga durian.

Mulai Jarang Ditemui

Seiring perkembangan zaman, keberadaan es gabus kini semakin jarang ditemui. Hal ini dipengaruhi oleh persaingan dengan berbagai jenis minuman dan es modern yang menawarkan variasi rasa serta tampilan lebih beragam.

Meski demikian, es gabus tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat sebagai simbol jajanan tradisional yang sarat nostalgia dan nilai sejarah kuliner Indonesia. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *