Jelang Porprov Kaltim 2026, Kabupaten Paser Intensifkan Persiapan Atlet dan Program TC

Gambar saat ini: Foto: Kepala Bidang Olahraga Disporapar Kabupaten Paser, Abdhy Fermana. Sumber: Istimewa.
Foto: Kepala Bidang Olahraga Disporapar Kabupaten Paser, Abdhy Fermana. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur ke-8 yang akan digelar di Kabupaten Paser pada November 2026, persiapan atlet tuan rumah terus dikebut. Pemerintah Kabupaten Paser melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) fokus mematangkan program pembinaan untuk mengejar target prestasi.

Kepala Bidang Olahraga Disporapar Kabupaten Paser, Abdhy Fermana, mengatakan pihaknya bersama KONI Paser dan pengurus cabang olahraga (cabor) akan menggelar rapat kerja (raker) pada akhir Januari 2026. Raker tersebut akan menjadi forum awal untuk merumuskan kebutuhan dan strategi persiapan kontingen Paser.

“Untuk mematangkan persiapan kontingen, nanti kami bersama KONI dan Pengcab Cabor Paser akan melaksanakan Rapat Kerja (Raker) pada akhir Januari ini untuk membahas apa yang diperlukan,” ujar Abdhy, saat ditemui rri.co.id.

Salah satu fokus utama yang akan dibahas dalam raker tersebut adalah rencana training center (TC) di luar daerah. Abdhy menegaskan, Pemkab Paser melalui Disporapar siap mendukung program TC guna meningkatkan kualitas atlet di masing-masing cabor.

“Jadi memang kalau kami dari Disporapar khususnya Pak Kadis, saya sendiri juga memang sangat mendukung untuk terkait dengan program TC di luar. Bahkan kami yang sebenarnya menginisiasi itu mendorong teman-teman ini untuk bisa TC dilaksanakan di luar untuk bisa menambah jam terbang, menambah pengalaman, mental segala macam,” jelasnya.

Menurut Abdhy, TC di luar daerah memiliki peran penting dalam pematangan atlet, baik dari sisi pengalaman bertanding, latihan bersama, hingga pencarian lawan tanding yang selevel. Hal tersebut dinilai krusial mengingat Kabupaten Paser menargetkan finis di posisi tiga besar pada Porprov Kaltim 2026.

“Targetnya sih memang minimal 2 bulan teman-teman cabor itu bisa TC di luar, tapi tergantung masing-masing karena kan beda-beda nih cabor itu arahnya ke mana melaksanakan TC itu. Contoh seperti Dayung mereka berkeinginan melakukan TC di Jawa Barat. Karena Jawa Barat memang di Indonesia paling unggul terkait dengan cabor Dayungnya, barometernya di sana,” katanya.

Namun demikian, Abdhy mengakui hingga saat ini pihaknya belum bisa memetakan secara rinci kebutuhan setiap cabor, baik terkait lokasi TC maupun rancangan program latihan. Seluruhnya akan dibahas secara mendalam dalam raker KONI.

“Makanya dari rencana rapat kerja KONI nanti itulah kita himpun mereka itu termasuk target-target medalinya, termasuk pola latihan dan pembinaannya selama 2026 ini nanti seperti apa,” ucapnya.

Selain itu, Disporapar juga akan mengkaji kebutuhan cabor dengan menyesuaikan kemampuan anggaran pada awal tahun 2026 agar pembagian dukungan dapat dilakukan secara proporsional.

“Nah, baru kita diskusikan karena masih ada jeda waktu untuk Dispora ini melakukan geseran anggaran di Februari atau Maret untuk bisa men-support teman-teman cabor itu,” ujar Abdhy.

Terkait sejumlah cabor yang belum memperoleh anggaran atau dana hibah di awal 2026, Abdhy menyebut kebijakan tersebut masih perlu dikoordinasikan lebih lanjut dengan pimpinan daerah.

“Mengenai awal tahun 2026 cabor yang tidak mendapatkan anggaran atau dana hibah, itu perlu dikoordinasikan lagi dengan Kepala Disporapar, Sekretaris Daerah, dan Bupati Paser,” katanya.

Meski demikian, Abdhy memastikan Pemerintah Kabupaten Paser berkomitmen penuh mendukung proses pembinaan atlet secara berkelanjutan demi menyongsong Porprov Kaltim 2026.

“Kami tetap akan mensupport untuk bisa melakukan proses-proses pembinaan secara intensif dalam menuju program 2026,” pungkasnya. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *