Kick Boxing Kaltim Tunjukkan Perkembangan Pesat, PPU Muncul sebagai Kekuatan Baru di BK Porprov

Foto: Kick Boxing Kaltim Tunjukkan Perkembangan Pesat. Sumber: Istimewa.
Foto: Kick Boxing Kaltim Tunjukkan Perkembangan Pesat. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com — Pengurus Provinsi Kick Boxing Indonesia (KBI) Kalimantan Timur menilai pelaksanaan Babak Kualifikasi (BK) Porprov Kaltim 2025 yang digelar di Samarinda berlangsung sukses dan menunjukkan kemajuan signifikan cabang olahraga kick boxing di daerah.

Ajang yang berlangsung selama lima hari tersebut diikuti oleh sembilan kabupaten/kota, dengan Kota Balikpapan menjadi satu-satunya daerah yang belum ambil bagian.

Ketua Harian Pengprov KBI Kaltim, Ricky Azriel Refualu, mengaku puas dengan kualitas pertandingan dan penampilan para atlet yang turun di BK Porprov. Menurutnya, potensi atlet kick boxing Kaltim terlihat sangat menjanjikan, meskipun cabang olahraga ini tergolong baru berkembang di Benua Etam.

“Kalau bicara kualitas atlet kita sangat bagus, atlet kita juga untuk saat ini kalau dibilang kita cabor baru tapi perkembangannya sangat cepat. Karena prestasi di daerah juga berkembang dan berkembang dengan bagus,” ucap Ricky saat dihubungi rri.co.id, Rabu (17/12/2025).

Dari seluruh daerah peserta, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) disebut Ricky tampil paling menonjol. Bahkan, capaian tersebut di luar perkiraannya sejak awal pertandingan.

“Yang mendominasi tadinya saya enggak sangka juga PPU, PPU luar biasa. Perkembangan nya sangat cepat, saat ini bagus. Atlet-atletnya juga ya memang atlet-atlet yang di bisa dibilang atlet-atlet terbaik kan, yang main,” ujarnya.

Ricky menjelaskan, dominasi PPU tidak lepas dari karakter kick boxing yang terbuka bagi atlet dari berbagai cabang bela diri lain, termasuk tinju. Hal ini membuat daerah dengan basis atlet bela diri yang kuat lebih mudah beradaptasi dan berkembang.

“Karena di kickboxing ini tidak ada larangan. Dari cabor mana pun boleh bertanding di sini, dari cabor apa pun boleh. Kebetulan PPU punya atlet ya boleh saya bilang atlet-atletnya sangat luar biasa,” jelasnya.

Keunggulan PPU kian terlihat setelah keluar sebagai juara umum BK Porprov dengan raihan enam medali emas. Menurut Ricky, hasil tersebut menjadi bukti bahwa PPU kini layak diperhitungkan sebagai barometer kick boxing di Kalimantan Timur.

“Dengan hasil mereka yang sangat ini enam medali emas membuktikan bahwa PPU tidak boleh dianggap sebelah mata, karena mereka menjadi kalau dibilang barometer kickboxing untuk saat ini untuk Kalimantan Timur,” tegasnya.

Meski demikian, Ricky menilai daerah lain juga menunjukkan kualitas yang tidak kalah kompetitif. Ia optimistis pertandingan kick boxing pada Porprov Kaltim 2026 di Paser nanti akan berlangsung sengit dan menarik untuk disaksikan.

“Pasti sangat menarik, karena ini adalah cabor bela diri cabor yang tidak terukur,” ujarnya.

Pada Porprov 2026 mendatang, cabang olahraga kick boxing akan memperebutkan 20 medali emas. Karena itu, Ricky berpesan kepada seluruh atlet yang tengah mempersiapkan diri agar menjalani latihan dengan disiplin dan sungguh-sungguh.

“Kerja keras akan menuai hasil yang istimewa. Berlatih, dilatih, dan terlatih. Itu akan menjadi suatu khusus atlet-atlet terbaik Kalimantan Timur di mana pada tahun besok kita akan menghadapi yang namanya PON Bela Diri 2026,” pungkasnya. (Dy).

editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *