Bobby Nasution: Bantuan Pemerintah Pusat ke Sumut Sudah Setara Penanganan Bencana Nasional

Gambar saat ini: Foto: Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution. Sumber: Istimewa.
Foto: Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution. Sumber: Istimewa.

Medan, Kaltimedia.com — Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, menilai dukungan pemerintah pusat dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Sumut sejak awal sudah sangat maksimal, meskipun status bencana yang ditetapkan bukan bencana nasional.

Menurut Bobby, pemerintah pusat telah menunjukkan komitmen kuat dengan menyalurkan berbagai bentuk bantuan yang sangat membantu pemerintah daerah dalam proses penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana.

“Menurut saya ya, ini kan pemerintahan pusat dari awal sekali sudah memberikan kekuatannya,” ujar Bobby di Medan, Selasa (16/12/2025).

Ia memaparkan, bantuan yang diberikan meliputi pemasangan jembatan Bailey di Kabupaten Tapanuli Selatan, pengerahan helikopter, distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG, pemulihan jaringan listrik, hingga penyaluran logistik untuk masyarakat terdampak.

Bobby menegaskan, bantuan tersebut telah berperan besar dalam penanganan korban banjir, banjir bandang, serta tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara.

Terkait wacana penetapan status bencana nasional, Bobby menilai hal tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap percepatan pembangunan infrastruktur darurat. Ia mencontohkan pemasangan jembatan Bailey yang tetap dapat dilakukan tanpa harus menunggu status bencana nasional.

“Kita sudah pasang jembatan di Tapanuli Tengah. Emang kalau pakai bencana nasional, jembatannya bisa langsung jadi jembatan permanen? Tidak juga, sama seperti jembatan Bailey juga,” ucapnya.

Meski demikian, Bobby mengakui bahwa perbedaan mungkin terlihat dari sisi jumlah personel yang diterjunkan apabila status bencana nasional ditetapkan. Namun dari segi teknologi dan jenis bantuan, menurutnya tidak ada perbedaan yang signifikan.

“Personelnya mungkin lebih banyak, tapi teknologi yang digunakan hari ini ada. Secara bantuannya, sudah sama seperti bencana nasional,” jelasnya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, bencana hidrometeorologi telah melanda 17 kabupaten/kota sejak Selasa (25/11/2025). Wilayah terdampak meliputi Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, Langkat, Deli Serdang, Medan, Tebing Tinggi, Padangsidimpuan, Mandailing Natal, Binjai, Serdang Bedagai, Batu Bara, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Nias Selatan, Nias, dan Gunungsitoli.

Dalam peristiwa tersebut, tercatat sebanyak 355 orang meninggal dunia, 2.285 orang mengalami luka-luka, serta 84 orang dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian oleh petugas. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *