
Jakarta, kaltimedia.com – Presiden RI Prabowo Subianto mendorong pengembangan perkebunan kelapa sawit di wilayah Papua sebagai bagian dari strategi mewujudkan swasembada energi nasional. Prabowo menilai kelapa sawit memiliki potensi besar untuk diolah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) berbasis energi terbarukan.
“Dan juga nanti kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit,” kata Prabowo saat memberikan arahan kepada para kepala daerah se-Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12).
Selain sawit, Prabowo juga mengusulkan pengembangan komoditas lain seperti tebu dan singkong yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku etanol. Menurutnya, diversifikasi komoditas energi ini menjadi bagian dari rencana besar pemerintah dalam lima tahun ke depan.
Prabowo menargetkan seluruh daerah di Indonesia mampu mencapai swasembada pangan sekaligus swasembada energi dalam masa kepemimpinannya. Ia menilai, kebijakan tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan nasional, tetapi juga berpotensi menghemat anggaran negara dalam jumlah sangat besar.
“Menteri ESDM berapa impor kita BBM dari luar? Rp520 triliun, bayangkan kalau kita bisa potong setengah berarti ada Rp250 triliun apalagi kita bisa potong Rp500 triliun, Rp500 triliun itu berarti tiap Kabupaten bisa punya kemungkinan bisa punya satu triliun tiap Kabupaten,” ucap Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengingatkan para kepala daerah di Papua agar menggunakan dana otonomi khusus (otsus) sesuai dengan peruntukannya. Ia menegaskan dana tersebut harus benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat Papua, bukan untuk kegiatan yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Tapi saya minta benar-benar gubernur, bupati bertanggung jawab, bupati dan gubernur jangan banyak jalan-jalan ke luar negeri menggunakan dana otsus,” tegasnya.
Prabowo menekankan bahwa seluruh kinerja kepala daerah harus dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat Papua. Menurutnya, jabatan dan anggaran yang dikelola merupakan amanah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Saat ini, sejumlah wilayah di Papua memang telah memiliki perkebunan kelapa sawit yang dikelola perusahaan, di antaranya di Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, dan Kabupaten Merauke. Pemerintah berharap pengembangan sektor tersebut dapat diarahkan secara terencana untuk mendukung agenda energi nasional sekaligus pembangunan daerah. (Ang)



