Pemkab Paser Segarkan Roadmap Ekraf Jelang Porprov 2026, Fokus pada Sport Tourism dan Inovasi Daerah

Gambar saat ini: Foto: Pemkab Paser Segarkan Roadmap Ekraf Jelang Porprov 2026, Fokus pada Sport Tourism dan Inovasi Daerah. Sumber: Istimewa.
Foto: Pemkab Paser Segarkan Roadmap Ekraf Jelang Porprov 2026, Fokus pada Sport Tourism dan Inovasi Daerah. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser kembali memperkuat strategi pengembangan ekonomi kreatif melalui kegiatan sosialisasi Implementasi Peraturan Bupati Paser Nomor 29 Tahun 2024 tentang Roadmap Ekraf 2024–2028. Agenda ini menjadi bagian dari upaya pembaruan arah ekosistem ekonomi kreatif agar selaras dengan dinamika baru, termasuk momentum sport tourism.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Paser, Romif Erwinadi, menjelaskan bahwa agenda tersebut menghadirkan akademisi dari Universitas Mulawarman sebagai narasumber. Keterlibatan akademisi dinilai penting untuk memastikan roadmap berjalan tepat sasaran, terutama menghadapi peluang besar pada Porprov Kaltim VIII tahun 2026, di mana Paser menjadi tuan rumah.

“Ini lebih kepada menghidupkan kembali. Potensi ekraf Paser ini banyak sekali. Sebentar lagi ada beberapa kegiatan olahraga (Porprov) 2026. Nah, ini kan harus disiapkan supaya Paser punya posisi penting,” ujar Romif, Selasa (09/12/2025).

Ia menilai event olahraga memiliki dampak ekonomi signifikan, terbukti dari meningkatnya sektor kuliner, perhotelan, dan usaha lokal selama berbagai kejuaraan berlangsung. Karena itu, Paser perlu menonjolkan kekuatan khasnya agar lebih dikenal secara luas.

Narasumber sekaligus Wakil Ketua Komite Ekraf Kaltim, Erwiantono, menyampaikan bahwa Paser merupakan salah satu daerah yang paling cepat menyusun peta jalan Ekraf. Namun perkembangan pesat di IKN serta perubahan ekonomi global membuat roadmap tersebut perlu disesuaikan.

“Paser perlu ada penyegaran, revitalisasi, termasuk aspek kelembagaannya. Implementasinya yang perlu penyegaran,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya Paser memiliki data dampak ekonomi dari sektor ekraf. “Satu hal yang perlu segera dikejar adalah mengukur dampak ekonomi. Kita belum punya angkanya. Argumen soal peran signifikan ekraf harus bisa dibuktikan secara kualitatif maupun kuantitatif,” jelasnya.

Erwiantono menambahkan bahwa arah pengembangan Ekraf Paser ke depan harus lebih berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing, selaras dengan visi Paser Tuntas dalam RPJMD periode kedua kepemimpinan petahana.

Dengan penyegaran kebijakan dan momentum sport tourism yang menguat, Paser diharapkan mampu mengembangkan sektor ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan baru bagi Bumi Daya Taka. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *