
Samarinda, Kaltimedia.com — Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mendorong perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur, untuk memperkuat literasi kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian dari percepatan transformasi pendidikan tinggi.
Dorongan itu ia sampaikan saat membuka Workshop Sosialisasi Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) untuk Transformasi Pembelajaran di Perguruan Tinggi yang diselenggarakan Komisi X DPR RI bersama Kemendiktisaintek di Polnes Samarinda, diikuti seratus peserta dari unsur mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
Hetifah menegaskan bahwa teknologi tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi telah menjadi elemen strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Teknologi bukan lagi sekadar alat bantu, tetapi elemen strategis yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkaya pengalaman belajar, dan memperluas akses pendidikan secara lebih merata,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan perguruan tinggi dalam mengikuti laju perkembangan teknologi global. Melalui workshop tersebut, Hetifah berharap kampus-kampus dapat memperkuat kapasitas digital sekaligus melahirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Direktur Polnes Samarinda menyampaikan terima kasih kepada Hetifah karena memilih Polnes sebagai tuan rumah kegiatan nasional ini, yang dinilainya sebagai kehormatan sekaligus motivasi untuk meningkatkan kesiapan teknologi dan SDM kampus.
Kepala LLDikti Wilayah XI juga memberikan apresiasi atas komitmen Hetifah dalam memajukan pendidikan tinggi di Kaltim, seraya menilai bahwa berbagai inisiatif yang ia dorong selama ini telah membawa dampak positif bagi pemerataan akses pendidikan.
Hetifah menegaskan workshop AI harus menjadi langkah awal yang berlanjut pada kebijakan nyata, seperti penyempurnaan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, serta penerapan teknologi secara berkelanjutan.
“Seluruh ekosistem kampus perlu meningkatkan literasi AI agar tidak tertinggal dalam perkembangan global,” tegasnya.
Acara turut dihadiri perwakilan Kemendiktisaintek, pimpinan Polnes, Kepala LLDikti Wilayah XI, para direktur, ketua jurusan, ketua program studi, dan sivitas akademika lainnya. Mengakhiri kegiatan, Hetifah kembali menekankan komitmen Komisi X dalam mendukung pendidikan adaptif dan inklusif.
“Komisi X akan terus mendukung inisiatif yang memperkuat kesiapan kampus menghadapi era digital. Transformasi pendidikan harus berjalan dengan pendekatan yang manusiawi, inovatif, dan berpihak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” tutupnya. (Ang)



