Hetifah Dorong Kampus di Kaltim Adaptif Hadapi Era AI, UNU Kaltim Jadi Tuan Rumah Workshop Digital

Foto: Workshop Pemanfaatan AI untuk Transformasi Pembelajaran di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim.

Samarinda, Kaltimedia.com — Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) semakin mendesak diterapkan di perguruan tinggi, terutama di wilayah yang sedang bergerak menuju pusat pemerintahan seperti Kalimantan Timur. Hal ini ditegaskan Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR RI, saat membuka Workshop Pemanfaatan AI untuk Transformasi Pembelajaran di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim, Rabu pagi.

Kegiatan yang melibatkan sekitar 100 peserta dari unsur mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan itu digelar sebagai upaya memperkuat kesiapan sumber daya manusia Kaltim dalam menghadapi tuntutan dunia kerja berbasis teknologi.

Menurut Hetifah, AI bukan lagi sekadar inovasi tambahan, tetapi struktur baru yang akan membentuk kualitas lulusan perguruan tinggi.

“Kita tidak punya pilihan selain beradaptasi. AI akan menjadi fondasi ekosistem pendidikan di masa mendatang, dan kampus harus bergerak cepat,” tegasnya.

Rektor UNU Kaltim, Hamdani, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai hadirnya kegiatan ini mempertegas komitmen perguruan tinggi untuk mempercepat transformasi digital.

“Kolaborasi seperti ini sangat kami butuhkan. Dukungan Bu Hetifah memperluas ruang gerak kami dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis teknologi,” ujarnya.

Sejumlah tokoh turut hadir memperkuat kegiatan, antara lain Masjaya (Ketua BPP UNU Kaltim), Farid Wadjdy (pendiri sekaligus mantan Rektor UNU Kaltim), serta Fauzi A. Bahtar dari PW NU Kaltim.

Workshop menghadirkan dua pemateri dengan latar belakang berbeda, yakni Anindita Septiarini dari Universitas Mulawarman mengulas perubahan metode pembelajaran berbasis AI. Dan Dedi Priansyah, CEO Borneo Mediatama Digital, memaparkan penerapan AI dalam mendukung kreativitas dan efisiensi pengajaran.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait etika penggunaan AI, peluang riset digital, serta strategi integrasi AI di tiap program studi.

Kaltim Didorong Jadi Role Model Digital Education

Hetifah menekankan bahwa sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Kaltim harus siap menjadi daerah percontohan pengembangan pendidikan berbasis teknologi.

“Saya ingin Kaltim tampil sebagai pionir. Kita harus memastikan mahasiswa memiliki kompetensi yang relevan dengan transformasi digital nasional,” pungkasnya.

Ia berkomitmen untuk terus menghadirkan program pendukung peningkatan kapasitas pendidikan, baik melalui kebijakan Komisi X maupun sinergi dengan perguruan tinggi dan lembaga terkait. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *