
Aceh, Kaltimedia.com – Sejumlah warga korban banjir dan longsor di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah terpaksa menjarah beberapa toko ritel setelah distribusi bantuan dinilai belum menjangkau seluruh wilayah terdampak. Aksi tersebut terjadi di Pondok Baru, Kecamatan Bandar, dan di kawasan Simpang Tiga.
Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, membenarkan insiden itu. “Benar. Kejadiannya Senin (1/12) malam,” ujar Ilham saat dikonfirmasi, Selasa (2/12).
Sejumlah warga mengaku tindakan itu dilakukan karena toko-toko ritel setempat tidak membuka layanan selama bencana berlangsung, sementara stok kebutuhan pokok di warung-warung kecil sudah habis. Anwar, salah seorang warga Pondok Baru, menilai situasi itu membuat masyarakat tidak memiliki pilihan lain.
“Seandainya toko itu buka warga akan beli, kami bukan tidak punya uang. Ini situasi bahan pangan langka, toko itu malah tutup padahal masih banyak yang bisa dijual untuk dimakan,” kata Anwar, Selasa.
Aksi serupa juga terjadi di Kabupaten Aceh Tengah, tepatnya di Kecamatan Bebesan. Warga setempat menjarah toko ritel karena bantuan logistik yang masuk belum sepenuhnya menjangkau para pengungsi.
Hingga Selasa (2/12), akses darat menuju Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah masih terputus akibat rusaknya sejumlah jalan dan jembatan. Upaya evakuasi dan distribusi bantuan hanya dapat dilakukan melalui jalur udara, sehingga penyalurannya belum optimal. Sementara itu, warga membutuhkan makanan dan kebutuhan dasar lainnya untuk bertahan hidup.
Berdasarkan data posko tanggap darurat bencana Aceh per Selasa (2/12) pukul 19.37 WIB, terdapat 8.294 jiwa pengungsi di Aceh Tengah. Korban meninggal tercatat 21 orang dan 23 orang masih hilang.
Di Kabupaten Bener Meriah, jumlah pengungsi mencapai 37.682 jiwa, dengan 29 korban meninggal dunia dan 23 orang masih hilang. (Ang)



