
Samarinda, Kaltimedia.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa pasokan beras di wilayahnya tetap terkendali, meski isu masuknya ratusan ton beras ilegal ke Indonesia tengah menjadi sorotan nasional.
Situasi ini menjadi perhatian serius Pemprov Kaltim karena dinilai berpotensi mengganggu upaya daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan swasembada beras.
Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Rika Nuzli Furkanti, menyampaikan bahwa pihaknya terus memperketat pengawasan untuk mencegah beras ilegal masuk ke pasar lokal.
“Kami sering melakukan sidak ke pasar modern maupun pasar tradisional terkait kebutuhan beras di Kaltim. Pengawasan ini kami lakukan bersama Polda Kaltim dan Satgas Pangan provinsi yang terdiri dari Disperindagkop serta dinas-dinas terkait,” jelas Rika, Jumat (28/11/2025).
Hingga saat ini, ia memastikan belum ada indikasi beras ilegal dari negara tetangga yang beredar di Kalimantan Timur. Menurut Rika, kondisi tersebut tidak terlepas dari pengawasan rutin lintas instansi yang terus dilakukan.
Selain menjaga keamanan pasokan, Pemprov Kaltim juga tengah mendorong peningkatan produksi beras lokal. Saat ini kapasitas produksi baru memenuhi 30–36 persen kebutuhan konsumsi masyarakat, sehingga pemerintah berupaya menaikkannya hingga mencapai 50–60 persen.
Sejumlah langkah strategis telah dijalankan, mulai dari optimalisasi lahan pertanian, pembukaan lahan baru, hingga pencetakan sawah di berbagai daerah.
“Upaya ini sudah berlangsung sejak tahun lalu. Panennya pun sudah beberapa kali, dan hasilnya sudah masuk ke stok Bulog Kaltim,” terangnya.
Hasilnya mulai terlihat. Rika mengungkapkan bahwa produksi beras lokal menunjukkan peningkatan signifikan.
“Untuk saat ini, tahun 2025, produksi lokal kita sudah mencapai kurang lebih 45 persen,” ujarnya.
Pemerintah berharap tren peningkatan ini terus berlanjut sehingga ketergantungan Kaltim terhadap pasokan beras luar daerah maupun impor dapat ditekan secara bertahap. (Rfh)
Editor: Ang



