Dinkes Samarinda Tegaskan SPPG Pengolah MBG Harus Kantongi SLHS

Gambar saat ini: Foto: Ilustrasi dapur SPPG untuk jalankan MBG. Sumber: Istimewa.
Foto: Ilustrasi dapur SPPG untuk jalankan MBG. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com – Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat standar keamanan pangan pada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi penggerak Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu syarat wajib yang kini ditekankan adalah kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai bukti kelayakan operasional.

Hingga akhir pekan ini, tercatat 16 SPPG telah memenuhi seluruh indikator penilaian, mulai dari kebersihan lingkungan dapur, pemeriksaan kesehatan penjamah makanan, hingga pemenuhan dokumen administrasi. Sementara itu, puluhan dapur lain masih menjalani perbaikan sebelum diuji kembali oleh tim Kesehatan Lingkungan (Kesling) puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda, Ismed Kusasih, menegaskan bahwa proses sertifikasi tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.

“Semua yang sudah ditandatangani SLHS-nya adalah SPPG yang benar-benar lolos tiga tahap itu. Tidak ada yang dipercepat tanpa memenuhi standar,” tegasnya.

Dalam Program MBG, terdapat 34 SPPG terdaftar, dan hingga kini 24 dapur sudah beroperasi melayani sekolah di 10 kecamatan. SPPG yang belum aktif masih menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk pengecekan kualitas air, sanitasi peralatan, serta kelayakan ruang penyimpanan bahan pangan.

Sebagian pelatihan penjamah makanan yang seharusnya menjadi tanggung jawab SPPG juga difasilitasi Dinkes untuk mempercepat pemenuhan standar, mengingat keterbatasan anggaran pada sejumlah dapur.

Ismed menilai percepatan sertifikasi sangat krusial untuk menjamin keamanan pangan dalam distribusi makanan MBG.

“Kalau semua SPPG sudah punya SLHS, distribusi makanan akan lebih lancar dan pengawasan menjadi jauh lebih mudah. Ini juga menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi para siswa,” ujarnya.

Pemerintah berharap 24 dapur yang sudah beroperasi dapat menjaga konsistensi layanan, sambil menunggu SPPG lainnya menyelesaikan proses sertifikasi agar pelaksanaan Program MBG dapat berjalan optimal di seluruh sekolah sasaran. (Rfh)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *