DPRD Kaltim Soroti Maraknya Kendaraan Non Kaltim Melintas, Potensi Kurangi PAD di Sektor Pajak Kendaraan

Gambar saat ini: Foto: Salah satu contoh kendaraan plat luar Kaltim melintas di Samarinda. Sumber: Rfh.
Foto: Salah satu contoh kendaraan plat luar Kaltim melintas di Samarinda. Sumber: Rfh.

Samarinda, Kaltimedia.com – DPRD Kalimantan Timur kembali menyoroti maraknya kendaraan perusahaan yang beroperasi di Kaltim namun masih menggunakan pelat nomor luar daerah. Fenomena ini dinilai merugikan daerah karena berpotensi mengurangi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor.

Anggota DPRD Kaltim, Ahmed Reza Fahlevi, mengungkapkan bahwa ribuan kendaraan perusahaan—mulai dari sektor pertambangan, perkebunan, hingga logistik—keluar masuk Kaltim setiap hari. Namun, banyak di antara kendaraan tersebut tidak menggunakan pelat KT meski beroperasi penuh di wilayah provinsi.

“Ini perlu ditertibkan. Kendaraan yang beroperasi di Kaltim sudah seharusnya menggunakan pelat KT agar kontribusi pajaknya masuk ke daerah,” tegas Reza, Kamis (27/11/2025).

Reza mendukung langkah Pemerintah Provinsi Kaltim yang mulai meminta perusahaan untuk mengalihkan registrasi kendaraannya ke Kaltim. Ia menilai kebijakan ini harus dijalankan secara konsisten agar memberikan dampak nyata bagi pendapatan daerah.

Menurutnya, kendaraan perusahaan yang setiap hari memanfaatkan infrastruktur daerah—termasuk jalan-jalan provinsi yang rawan rusak akibat beban berat—wajib memberikan kontribusi balik melalui pembayaran pajak di Kaltim. Selain itu, penggunaan pelat KT akan memudahkan pemerintah dalam mengawasi pergerakan kendaraan perusahaan di lapangan.

“Kami ingin daerah mendapatkan haknya. Dengan pelat KT, kita bisa memastikan kendaraan yang beroperasi di sini benar-benar memberikan manfaat bagi Kaltim,” ujarnya.

DPRD Kaltim, kata Reza, siap memberikan dukungan penuh melalui penguatan regulasi, penetapan kebijakan, hingga pengawasan implementasi agar langkah ini tidak berhenti hanya sebagai wacana.

“DPRD tentu menyambut baik langkah ini. Ini penting untuk menata sektor transportasi sekaligus memperkuat PAD Kaltim,” pungkasnya. (Rfh)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *