PB ABKIN Terbitkan Maklumat Usai Peledakan di SMAN 72 Jakarta

Gambar saat ini: Foto: Ilustrasi gangguan mental healt yang belakangan menyerang. Sumber: Istimewa.
Foto: Ilustrasi gangguan mental healt yang belakangan menyerang. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com – Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PB ABKIN) mengeluarkan Maklumat Nomor 108/PB-ABKIN/XI/2025 menyusul insiden peledakan di SMAN 72 Jakarta pada 11 November 2025. Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan pengaruh konten daring serta persoalan psikososial pelaku.

Dalam maklumat itu, PB ABKIN menyampaikan enam instruksi kepada seluruh anggota, di antaranya penguatan literasi digital serta penggunaan media daring secara positif di lingkungan pendidikan. Para guru Bimbingan dan Konseling (BK) juga diminta meningkatkan kepekaan terhadap kondisi kesehatan mental peserta didik sebagai langkah pencegahan tindakan agresif.

PB ABKIN menegaskan komitmen bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan lembaga terkait untuk memberikan pendampingan fisik-psikis, pelatihan, serta memperkuat program pencegahan kesehatan mental, perundungan, dan kekerasan di sekolah.

Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Samarinda menyatakan dukungan atas maklumat tersebut. Anggota ABKIN Samarinda, Siti Nurul H.Q.M, menilai peran guru BK menjadi garda terdepan dalam membaca kondisi psikologis siswa sebelum memicu perilaku berisiko.

“Itu bisa jadi lahir dari pengalaman tidak menyenangkan atau dari tugas perkembangan yang kosong sehingga individu mencari pelampiasan di tempat lain,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (15/11/2025).

Ia mengatakan pelampiasan tersebut dapat muncul melalui aktivitas bernuansa kekerasan, termasuk permainan gim daring. Namun ia menegaskan gim seperti PUBG bukan penyebab utama. “Mungkin saja di game itu dia merasa puas ketika menembak orang. Ada perasaan lega di situ,” katanya.

Nurul menyebut fenomena itu sebagai “gunung es”, di mana tindakan ekstrem sering kali hanya tampak sebagai permukaan dari masalah emosional yang lebih dalam. “Sederhananya, itu bentuk untuk menunjukkan: ‘Saya tidak baik-baik saja’,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa bibit perilaku berbahaya dapat muncul sejak sekolah dasar, termasuk melalui tindakan perundungan. “Karena itu deteksi bullying sangat penting. Bullying pun termasuk tiga dosa besar dalam dunia pendidikan,” tegasnya.

ABKIN Samarinda mendukung penguatan deteksi dini dan langkah pencegahan di sekolah. Nurul mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental. “Kami selalu kampanyekan bahwa tidak apa-apa kalau hari ini baik-baik saja atau tidak. Yang penting tetap melakukan maintenance ke psikolog atau psikiater. Tidak harus menunggu sakit,” pungkasnya. (Rfh)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *