Kebun Raya Balikpapan bakal Jadi Lokasi Trail Run Desember Mendatang, DLH Sebut Jumlah Peserta Mencapai Seribu Orang

TRAIL RUN – Kawasan Kebun Raya Balikppaan segera menjadi venue pergerlaran trail run. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan terus matangkan persiapan trail run yang akan digelar tanggal 7 Desember mendatang.

BALIKPAPAN – Kawasan Kebun Raya Balikppaan segera menjadi venue pergerlaran trail run. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan terus matangkan persiapan trail run yang akan digelar tanggal 7 Desember mendatang.

Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan, sudah ribuan peserta yang mendaftar event tersebut. Dia mencatat sekitar seribu peserta yang resmi mengikuti ajang trail run perdana di Kebun Raya Balikpapan itu.

Bahkan antusiasme tinggi membuat panitia terpaksa menutup lebih cepat pendaftaran.
“Secara total, persiapan sudah mencapai sekitar 75 persen. Untuk lintasan di lapangan sudah 85 persen selesai, termasuk pembersihan area kiri-kanan jalur agar pelari lebih nyaman,” jelasnya.

Event ini menjadi yang pertama di Balikpapan karena menawarkan pengalaman berbeda, yakni berlari menyusuri hutan Kebun Raya, bukan jalur umum atau trail terbuka seperti yang biasa digunakan komunitas. Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini sekaligus memperkenalkan potensi KRB sebagai kawasan konservasi dan wisata edukasi.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa Balikpapan memiliki kebun raya yang tidak kalah dengan Kebun Raya Bogor. Ke depan, fasilitas penunjang akan terus kami tingkatkan,” ujarnya. Sudirman menambahkan bahwa KRB memiliki ribuan koleksi tanaman, termasuk sekitar 2.500 jenis anggrek.

Meski rute yang ditargetkan mencapai 10 kilometer, hingga saat ini baru sekitar 3–4 kilometer yang benar-benar siap digunakan. Karena itu, panitia menetapkan jalur campuran, yakni sebagian menggunakan trek semen dan sebagian lagi jalur tanah di dalam kawasan hutan.

“Ini uji coba pertama kami. Kami ingin melihat animo masyarakat untuk berlari di dalam hutan. Ternyata setelah pendaftaran ditutup, masih banyak yang ingin ikut,” ujarnya. Salah satu kendala utama penambahan peserta adalah waktu pemesanan medali yang tidak memungkinkan jika kuota dibuka kembali.


Meski demikian, panitia mempertimbangkan opsi membuka kuota tambahan bagi peserta yang bersedia mengikuti kegiatan tanpa medali, hanya dengan menggunakan jersey event.

Namun hal tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama komunitas lari.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Sudirman mengungkapkan peluang agar kegiatan ini dijadikan event tahunan yang masuk dalam agenda resmi peringatan Hari Ulang Tahun Kota Balikpapan.

“Anggap saja tahun ini sebagai percobaan dalam rangka ulang tahun Kebun Raya. Kalau pimpinan menyetujui, tahun depan bisa menjadi agenda resmi kota dan pesertanya tidak hanya dari Balikpapan, tetapi juga luar daerah,” katanya.

DLH berharap gelaran ini tidak sekadar menjadi ajang berlari, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kawasan konservasi dan menjadikan KRB sebagai salah satu destinasi favorit olahraga alam di Balikpapan. (adv/pry)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *