
Samarinda, Kaltimedia.com – Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mempercepat penyelesaian proyek pengadaan dan pengoperasian mesin pembakar sampah (insinerator) menjelang akhir tahun 2025. Sebanyak 10 unit insinerator yang tiba beberapa waktu lalu kini memasuki tahap penyusunan rencana operasional dan perakitan.
Plt Kepala DLH Samarinda, Suwarso, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan para camat, terutama yang wilayahnya sudah memiliki bangunan insinerator. Koordinasi dilakukan untuk memastikan setiap unit dapat segera difungsikan setelah proses perakitan selesai.
Salah satu insinerator yang sudah mulai dirakit berada di kawasan Air Hitam. Beberapa titik lain masih menunggu kelengkapan infrastruktur, termasuk lokasi di Jalan Nusyirwan Ismail yang menampung dua mesin sekaligus akibat kendala kesiapan lahan di titik sebelumnya.
“Dua unit ditempatkan berdampingan karena sebelumnya ada kendala kesiapan lahan di titik lain. Jadi dipusatkan sementara di situ,” ujarnya.
Selain itu, kelurahan Baqa juga mulai menerima material konstruksi sebagai bagian dari persiapan pemasangan unit insinerator. DLH menargetkan seluruh mesin dapat selesai dipasang dan siap beroperasi pada akhir Desember 2025.
Program pengadaan insinerator ini menjadi langkah strategis Pemkot Samarinda untuk mengurangi volume sampah rumah tangga dan memperkuat sistem pengelolaan limbah kota.
Untuk kebutuhan operasional, DLH menghitung setiap unit membutuhkan delapan tenaga kerja, terdiri dari lima operator dan tiga petugas keamanan yang akan bekerja dalam tiga shift. Total sekitar 80 tenaga baru diperlukan untuk mengoperasikan 10 insinerator tersebut.
Proses rekrutmen akan melibatkan para camat untuk melakukan seleksi awal sebelum peserta menjalani pelatihan teknis. Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama satu minggu, mencakup teori pengoperasian insinerator dan praktik lapangan.
“Pelatihannya rencananya satu minggu di Samarinda, termasuk praktik lapangan. Harusnya November ini sudah mulai rekrutmen, dan Desember semua operasional bisa tuntas,” tutur Suwarso.
Pemkot Samarinda berharap percepatan proyek ini dapat memperkuat sistem penanganan sampah kota mulai awal tahun 2026. (Rfh)
Editor: Ang





