
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo
BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan menjamin bahwa harga pokok untuk masyarakat tetap stabil menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Komitmen ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID) yang digelar pada November 2025, di mana sejumlah nota kesepahaman dan kerja sama strategis turut ditandatangani.
Dalam pertemuan itu, Perumda Manuntung Sukses menandatangani kerja sama dengan Perumda Takajaya Kabupaten Paser. Kerja sama ini sebagai langkah konkret memperkuat rantai pasok antarwilayah. Selain itu, Bank Indonesia menyerahkan hibah berupa satu unit truk operasional. Sementara Bankaltimtara memberikan satu unit mobil pikap untuk mendukung kegiatan logistik pangan daerah.
Acara juga disertai dengan penandatanganan kontrak pertanian antara Perumda Manuntung Sukses dan sejumlah gabungan kelompok tani (Gapoktan) di wilayah Balikpapan Utara dan Balikpapan Timur, sebagai upaya memperkuat produksi lokal.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo berharap bahwa pertemuan ini jadi cara untuk merumuskan langkah konkret menghadapi tantangan inflasi.
“Melalui koordinasi dan sinergi lintas lembaga, kita bisa menyelaraskan program dan kegiatan TPID agar pengendalian inflasi lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Bagus, Kamis (6/11/2025).
Harga sembako yang seringkali naik juga bukan tanpa sebab. Menurutnya, posisi Balikpapan yang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Untuk itu, demi menekan harga pokok agar tidak naik membutuhkan peran Perumda. Sebab, Perumda sangat vital dalam mengamankan ketersediaan komoditas strategis.
“Jika suplai barang dan bahan pokok dapat terjaga dengan baik, maka kualitas hidup warga akan meningkat dan daya beli masyarakat bisa bertahan,” katanya.
Selama ini, TPID Balikpapan mengimplementasikan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Namun pemerintah kota berharap muncul inovasi dan terobosan baru, agar pengendalian inflasi semakin adaptif dan berkelanjutan.
“Saya percaya, dengan komunikasi yang intens antaranggota TPID, kita bisa menemukan berbagai solusi baru yang mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah,” ujar Bagus.
Melalui langkah kolaboratif ini, Pemerintah Kota Balikpapan tidak hanya menargetkan penguatan ketahanan pangan, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya peluang ekonomi baru bagi para petani dan pelaku usaha lokal.
Inisiatif itu menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah. (adv/pry)



