
Samarinda, Kaltimedia.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah menyiapkan langkah strategis untuk mendukung proyek revitalisasi Pasar Segiri. Salah satu rencana yang kini dikaji serius adalah menjadikan kawasan eks Bandara Temindung sebagai lokasi relokasi sementara bagi para pedagang selama proses pembangunan pasar berlangsung.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menyebut kawasan eks bandara tersebut dinilai paling ideal untuk menampung aktivitas pedagang Pasar Segiri.
“Kami sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi untuk bisa memanfaatkan area eks Bandara Temindung. Mudah-mudahan segera disetujui agar pedagang dapat menempati lokasi tersebut,” ujar Marnabas, Selasa (4/11/2025).
Menurutnya, beberapa alternatif lokasi sebelumnya sempat dipertimbangkan, antara lain Lapangan Merdeka, Lapangan KNPI, dan Segiri Grosir Samarinda (SGS). Namun dari berbagai opsi tersebut, eks Bandara Temindung dinilai paling representatif dan aman bagi aktivitas perdagangan bahan pokok.
“Pasar Segiri berbeda dengan Pasar Pagi. Di sini dijual bahan pokok yang membutuhkan area bongkar muat besar. Karena itu, lokasi tertutup seperti Temindung sangat cocok,” jelasnya.
Lebih lanjut, Marnabas memaparkan bahwa desain baru Pasar Segiri hasil revitalisasi akan mengusung konsep pasar modern 24 jam dengan fasilitas bongkar muat di dalam area pasar.
“Kita ingin pasar ini bisa melayani masyarakat kapan saja. Nantinya kendaraan pengangkut bisa langsung melakukan bongkar muat di dalam gedung,” ujarnya.
Rencana struktur bangunan pasar akan dibuat dua lantai, guna menjaga efisiensi distribusi bahan pokok tanpa harus melibatkan bangunan bertingkat tinggi.
“Cukup dua lantai, karena kegiatan di Pasar Segiri lebih banyak berkaitan dengan bahan pangan dan bongkar muat, bukan perdagangan barang sandang,” imbuhnya.
Marnabas menambahkan, revitalisasi Pasar Segiri diharapkan tidak hanya memperbaiki fasilitas perdagangan, tetapi juga mempercantik wajah kota.
“Kami ingin Pasar Segiri menjadi ikon baru Kota Samarinda. Ini pasar terbesar di Kalimantan Timur, jadi perlu ditata dengan konsep yang modern dan representatif,” pungkasnya. (Rfh)
Editor: Ang



