
TAS SIAGA BENCANA – Cegah potensi bencana yang terjadi, BPBD menyiapkan program Tas Siaga Bencana (TSB). Sumber foto: Ist
BALIKPAPAN – Beberapa hari terakhir Kota Balikpapan dilanda hujan dan angin kencang. Kondisi tersebut seringkali mengakibatkan bencana alam seperti banjir, pohon rubuh dan tanah longsor.
Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana selama musim hujan.
Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali mengatakan pihaknya telah sosialisasi kepada warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana yang terjadi. BPBD mengimbau masyarakat agar mulai menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) di rumah masing-masing
Perlengkapan ini diyakini dapat membantu warga bertahan hidup pada masa awal pascabencana sebelum bantuan resmi tiba.
Menurut, Usman, TSB berisi kebutuhan dasar yang dapat menunjang hidup selama setidaknya tiga hari setelah bencana terjadi.
“Kesiapsiagaan tidak harus dimulai dari hal besar. Menyiapkan satu tas kecil berisi kebutuhan pokok bisa sangat berarti ketika kondisi darurat datang,” ujar Usman, Senin (3/11/2025).
Menurutnya, pengalaman dari berbagai kejadian bencana di Indonesia menunjukkan bahwa bantuan tidak selalu dapat langsung menjangkau korban. Terutama jika akses terputus atau wilayah terdampak luas. Karena itu, kesiapan setiap keluarga menjadi kunci menghadapi situasi genting.
Isi Tas Siaga Bencana disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Namun secara umum, TSB sebaiknya berisi obat-obatan pribadi, makanan siap saji, air minum, pakaian, senter, peluit, power bank, uang tunai, dokumen penting, serta perlengkapan ibadah dan kebersihan diri.
“Letakkan di tempat yang mudah dijangkau dan bisa langsung dibawa jika harus meninggalkan rumah dalam keadaan darurat,” jelasnya.
BPBD juga mengimbau agar warga memeriksa isi tas secara berkala untuk memastikan masa kedaluwarsa makanan dan obat-obatan.
Menjelang musim hujan, BPBD memperingatkan potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang di sejumlah wilayah Balikpapan.
“Kami ingin warga sadar bahwa kesiapan menyelamatkan. Satu tas kecil yang disiapkan dengan baik bisa menjadi penyelamat di saat genting,” tutup Usman. (adv/pry)





