
Jakarta, Kaltimedia.com — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa penyusunan Buku Sejarah Indonesia saat ini telah memasuki tahap penyuntingan akhir. Buku tersebut sebelumnya ditargetkan rampung pada Agustus 2025 sebagai bagian dari peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, namun proses editorial masih terus berlangsung agar hasilnya akurat, komprehensif, dan sesuai standar akademik.
“Menurut laporan tim, saat ini buku masih dalam proses editing. Menulis adalah satu hal, tetapi menyunting adalah proses penting lainnya untuk memastikan kualitas naskah,” ujar Fadli di Jakarta.
Fadli menjelaskan, meskipun proses penulisan inti telah selesai, naskah buku belum diserahkan kepadanya karena tim penyusun bekerja secara independen berdasarkan keahlian dan kepakaran masing-masing. Buku tersebut rencananya terdiri dari 10 hingga 11 jilid dan melibatkan 112 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di Indonesia, dengan temuan terbaru serta pembaruan perspektif sejarah nasional.
Naskah buku ini telah melalui uji publik di empat perguruan tinggi, yaitu Universitas Indonesia (25 Juli), Universitas Lambung Mangkurat (28 Juli), Universitas Negeri Padang (31 Juli), dan Universitas Negeri Makassar (4 Agustus).
“Mudah-mudahan buku ini dapat selesai pada 14 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Sejarah. Kami ingin buku sejarah ini ditulis dari perspektif Indonesia, bukan dari sudut pandang kolonial,” tegas Fadli.
Penyusunan Buku Sejarah Indonesia ini diharapkan menjadi rujukan resmi pendidikan dan penelitian sejarah nasional, sekaligus memperkaya pemahaman generasi muda tentang perjalanan bangsa secara lebih utuh, kritis, dan berdaulat. (Ang)



