
KALTIMEDIA.COM, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan mengambil langkah cepat dalam menangani warga yang terdampak bencana longsor di kawasan Muara Rapak, Balikpapan Utara. Sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya mitigasi bencana, Pemkot menawarkan relokasi sementara ke rumah susun (rusun) Somber bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat longsor.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan bahwa setiap kejadian bencana selalu menjadi perhatian serius pemerintah. Ia menegaskan, seluruh unsur pemerintahan mulai dari tingkat RT, kelurahan, hingga kecamatan bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memberikan pertolongan pertama, menyalurkan bantuan, dan memastikan warga terdampak memperoleh penanganan yang cepat dan tepat.
“Tim dari kelurahan dan kecamatan selalu sigap di lapangan. Kami memastikan bantuan sosial, mulai dari makanan, obat-obatan, hingga kebutuhan dasar warga tersalurkan tanpa hambatan,” ujar Bagus usai meninjau lokasi longsor di Muara Rapak, pada Senin (20/10/2025).
Ia menambahkan, sosialisasi dan edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana terus digencarkan terutama di wilayah yang tergolong rawan longsor. Menurutnya, peningkatan kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan risiko jatuhnya korban.
“Kami rutin mengingatkan warga melalui apel, kegiatan coffee morning, maupun pertemuan bersama lurah dan camat. Namun, masih ada sebagian warga yang enggan meninggalkan rumah karena alasan ekonomi maupun keterikatan emosional dengan tempat tinggalnya,” jelasnya.
Sebagai solusi bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, Pemkot Balikpapan menyediakan unit rusun di kawasan Somber untuk ditempati sementara. Unit-unit yang belum terisi diprioritaskan bagi keluarga yang rumahnya rusak berat atau hancur total. Pemerintah juga memberikan kebebasan bagi warga yang masih memiliki tempat tinggal di sekitar lokasi bencana untuk menyesuaikan pilihan relokasi sesuai kebutuhan.
“Rusun Somber dapat menjadi tempat tinggal sementara bagi warga terdampak. Namun bagi mereka yang memiliki alternatif hunian di sekitar lokasi, kami tetap memberikan opsi agar tidak menambah beban,” imbuh Bagus.
Selain penyediaan tempat tinggal, Dinas Sosial Kota Balikpapan turut menyalurkan bantuan kebutuhan pokok dan memastikan hak-hak peserta BPJS Kesehatan yang terdampak bencana segera diproses. Pemerintah juga terus memperkuat sistem koordinasi lintas sektor, melakukan pemetaan wilayah rawan bencana, serta menyiapkan prosedur tanggap darurat yang lebih terintegrasi.
“Penanganan bencana tidak berhenti pada tahap darurat saja. Kami juga menyiapkan langkah mitigasi, program relokasi, dan pendampingan sosial agar risiko di masa mendatang bisa ditekan sekecil mungkin,” tegas Bagus.
Ia menuturkan, seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari strategi berkelanjutan Pemkot Balikpapan dalam meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana alam. Langkah mitigasi, edukasi kesiapsiagaan, serta penyediaan hunian sementara diharapkan dapat memperkuat daya tahan komunitas sekaligus meminimalkan potensi kerugian materi dan korban jiwa.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan warga. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan masyarakat terlindungi, mendapatkan bantuan yang layak, serta memiliki tempat tinggal sementara yang aman. Kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci agar bencana tidak menimbulkan dampak yang lebih besar,” pungkasnya. (mang)



