Konsep Pertandingan Jelas, IMI Kaltim Siap Gelar Kejurnas Motorprix di Paser

Gambar saat ini: Foto: Konsep Pertandingan Jelas, IMI Kaltim Siap Gelar Kejurnas Motorprix di Paser. Sumber: Istimewa.
Foto: Konsep Pertandingan Jelas, IMI Kaltim Siap Gelar Kejurnas Motorprix di Paser. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Timur memastikan kesiapan mereka untuk menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motorprix Region C Putaran ke-5 yang akan berlangsung pada 24–26 Oktober 2025 di Sirkuit Tanah Grogot, Kompleks GOR Sadurengas, Kabupaten Paser.

Ketua IMI Kaltim, Narto Bulang, menuturkan persiapan terus dipantau, terutama pada kondisi lintasan. Ia mengungkapkan, meski pengaspalan telah rampung, perlu waktu agar permukaan benar-benar stabil.

“Kalau untuk persiapan, sirkuitnya sudah pengaspalan. Hanya saja kalau aspal baru itu masih ada minyaknya naik ke atas. Mungkin dalam waktu sebulan menjelang BK (Babak Kualifikasi) sudah kering total,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).

Selain Kejurnas, ajang ini juga dirangkaikan dengan Babak Kualifikasi Porprov Kaltim di Paser. BK Porprov dijadwalkan pada 24 Oktober, dilanjutkan Kejurnas pada 25–26 Oktober 2025.

IMI Kaltim telah mengajukan tujuh nomor tanding untuk BK Porprov, ditambah dua nomor tambahan, yakni Mini 4WD. Namun, nomor tambahan tersebut masih menunggu persetujuan Ketua KONI Kaltim karena tidak masuk acuan PON.

Menurut Narto, sembilan kabupaten/kota dipastikan turun di BK Porprov. Sebagai tuan rumah, Paser juga akan ambil bagian meski otomatis lolos, dengan tujuan mencoba lintasan baru sekaligus menambah semarak kompetisi.

“Maksimal sembilan daerah, karena Mahulu belum ada info. Paser sudah pasti lolos, tapi mereka ingin ikut serta sekaligus mencoba sirkuit barunya,” jelasnya.

Dalam regulasi pertandingan, IMI Kaltim juga menyiapkan kelas khusus untuk pembalap senior berusia 40 tahun ke atas. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi atlet-atlet senior yang telah mengharumkan nama Kaltim, seperti Fitriansyah Kete, Nuzul Rahman, hingga Rudi Salim.

“Kenapa kita bikin kelas maksimal 40 tahun, karena kita mau menghargai senior-senior yang sudah berprestasi di level nasional,” ungkap Narto.

Sementara itu, pembalap Kaltim yang pernah berlaga di PON 2024 dan masih berusia di bawah 30 tahun tetap bisa turun di BK Porprov. Seluruh peserta BK juga akan berkesempatan mengikuti Kejurnas, namun dengan membawa bendera klub masing-masing.

Dengan hadirnya sirkuit permanen pertama di Paser, Narto berharap event ini bisa berjalan lancar dan sukses. Menurutnya, setiap gelaran balap motor di Paser selalu menyedot animo besar, bahkan bisa mencapai lebih dari 700 peserta dari berbagai daerah.

“Semoga dengan sirkuit permanen ini, event Kejurnas dan BK Porprov bisa berjalan meriah dan memberi dampak positif bagi Paser serta Kaltim,” pungkasnya. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *