
Balikpapan, Kaltimedia.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan tengah menyusun rencana induk jaringan lalu lintas dan angkutan kota. Dokumen ini akan menjadi acuan utama dalam pengelolaan transportasi di kota minyak dan ditargetkan rampung serta mulai diterapkan paling lambat awal tahun 2026.
Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurahman, menyebut rencana induk tersebut sebagai napas baru bagi sistem transportasi kota.
“Rencana induk jaringan ini akan menjadi pedoman kami dalam memilah dan memilih jalur transportasi. Tujuannya agar semua segmen transportasi bisa berjalan aman, lancar, dan saling bersinergi,” ujarnya.
Saat ini, Fadli menjelaskan, transportasi di Balikpapan terbagi dalam empat jenis: kendaraan pribadi, transportasi online, angkutan massal seperti bus, dan angkutan kota (angkot). Namun, eksistensi angkot kian tergerus karena fasilitas yang kurang memadai. Lewat rencana induk, angkot diharapkan kembali berperan sebagai feeder atau penghubung menuju transportasi massal.
“Kami berharap lewat rencana induk ini, angkot bisa kembali berperan sebagai feeder atau pemecah jalur. Misalnya, warga dari rumah bisa naik angkot dulu, lalu berganti ke Bacitra (Balikpapan City Trans), tapi cukup dengan satu kali pembayaran yang sifatnya cashless,” jelas Fadli.
Selain fokus pada integrasi transportasi, Dishub juga menyiapkan Traffic Management Center (TMC) berbasis teknologi. Sistem ini akan menyediakan informasi real-time terkait jalur aman, lancar, hingga titik rawan macet.
Namun, masih ada tantangan teknis yang dihadapi, terutama soal keterbatasan kapasitas internet. “Selama ini bandwidth kita hanya 50 Mbps, jelas tidak mencukupi. Alhamdulillah, berkat dukungan Wali Kota dan DPRD, tahun ini akan ditingkatkan menjadi 200 Mbps. Dengan begitu, akselerasi digitalisasi sistem transportasi bisa terjawab,” ungkapnya.
Dishub juga berencana menambah infrastruktur pendukung, mulai dari software baru, sistem pengelolaan data, hingga pengadaan CCTV melalui APBD Perubahan tahun ini. Menurut Fadli, upaya ini bukan sekadar pembaruan teknis, melainkan langkah transformasi menuju transportasi perkotaan yang modern.
“Target kita masyarakat bisa menentukan moda transportasi yang digunakan, jalur yang dilewati, dan memastikan ketepatan waktu perjalanan setiap hari. Semua berbasis teknologi, dan semua untuk kenyamanan warga,” pungkasnya. (Pcm)
Editor: Ang



