
Samarinda, Kaltimedia.com – Meski tidak mendapat alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang infrastruktur dari pemerintah pusat pada 2025, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan pembangunan jalan penghubung Tering – Ujoh Bilang tetap berjalan. Ruas ini menjadi salah satu akses vital yang menghubungkan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dengan ibu kota Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda. Ia menjelaskan, absennya DAK tahun depan murni keputusan pemerintah pusat.
“Biasanya DAK memang ada, meskipun nilainya tidak tetap. Pernah hanya Rp20 miliar, kadang bisa Rp50 miliar. Namun untuk 2025 sudah dipastikan tidak ada sama sekali,” terang Firnanda, Kamis (21/8/2025).
Menurutnya, kondisi ini memang berdampak pada laju pembangunan, tetapi tidak terlalu signifikan. Hal ini karena belanja infrastruktur Kaltim sebagian besar disokong APBD provinsi, yang setiap tahun mengalokasikan sekitar Rp3 triliun. Angka itu jauh lebih besar dibandingkan rata-rata dukungan DAK yang hanya Rp50–Rp100 miliar per tahun.
“Proporsi APBD kita jauh lebih dominan. Tahun 2024 lalu misalnya, Kaltim masih mendapat Rp50 miliar DAK. Tapi tanpa DAK pun, proyek strategis tetap jalan karena APBD dan dukungan APBN melalui BBPJN cukup kuat,” ujarnya.
Salah satu proyek prioritas yang tetap berlanjut adalah jalan Tering – Ujoh Bilang. Tahun ini saja, lebih dari Rp200 miliar APBD Kaltim dialokasikan untuk pembangunan ruas tersebut. Selain itu, masih ada tambahan sekitar Rp80 miliar dari APBN melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Proyek ini juga didukung skema kontrak multiyears hingga 2027.
Tidak hanya itu, beberapa ruas lain juga tengah digarap. Jalan Ujoh Bilang – Long Pahangai mendapat alokasi sekitar Rp30 miliar, sedangkan peningkatan ruas Long Bagun – Malinau (Kalimantan Utara) dialokasikan kurang lebih Rp28 miliar.
Dengan strategi pembiayaan kombinasi APBD dan dukungan pusat, Pemprov Kaltim optimistis konektivitas antarwilayah di pedalaman dan perbatasan akan semakin baik. Peningkatan akses jalan ini diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, membuka keterisolasian, serta mempercepat pemerataan pembangunan di daerah-daerah pelosok Kaltim. (Rfh)
Editor: Ang





