
Samarinda, Kaltimedia.com – Defisit anggaran yang tengah dialami Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memunculkan wacana penghematan di sejumlah sektor. Namun, langkah ini menuai perhatian serius dari kalangan legislatif.
Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, menegaskan agar program Beasiswa Kukar Idaman tidak dijadikan sasaran pemangkasan.
Menurutnya, beasiswa adalah program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa.
“Kalau ada penyesuaian anggaran, mestinya diarahkan ke kegiatan yang sifatnya tidak mendesak. Jangan sampai hak pendidikan yang dikurangi,” ujarnya, Sabtu (16/8/2025).
Politisi Golkar ini menilai, beasiswa merupakan investasi jangka panjang yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Oleh sebab itu, ia menyarankan agar pemerintah daerah lebih bijak dalam melakukan efisiensi, misalnya dengan memangkas pos non-prioritas seperti perjalanan dinas dan kegiatan seremonial.
“Kalau pendidikan benar-benar jadi prioritas, maka program penting ini tidak boleh dikorbankan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, bulan Agustus adalah periode krusial bagi mahasiswa yang tengah menghadapi tenggat pembayaran biaya kuliah. Penundaan pencairan beasiswa, menurutnya, berpotensi mengganggu kelanjutan studi para penerima bantuan.
“Kami serahkan teknisnya ke pemerintah daerah, tapi prinsip utamanya jelas: jumlah penerima dan besaran bantuan harus tetap terjaga,” pungkas mantan Ketua DPRD Kukar tersebut. (Rfh)
Editor: Ang





