IODI Kaltim Gelar Rakerprov 2025, Bahas Kalender Event dan Perjuangan Masuk PON 2028

Foto: IODI Kaltim mengadakan Rakerprov 2025. Sumber: Istimewa.
Foto: IODI Kaltim mengadakan Rakerprov 2025. Sumber: Istimewa.

Samarinda, Kaltimedia.com – Pengurus Provinsi Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Kalimantan Timur menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) 2025 pada Sabtu (9/8/2025) di Ruang Rapat KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda.

Pertemuan ini dihadiri sembilan Pengurus Cabang (Pengcab) kabupaten/kota dan membahas agenda penting olahraga dansa di Kaltim. Rangkaian program yang dibicarakan meliputi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) junior, kejuaraan tingkat nasional dan internasional, Pra Porprov 2025, serta persiapan menuju Porprov 2026 di Paser. Selain itu, IODI Kaltim juga memantapkan langkah memperjuangkan agar cabang olahraga dancesport kembali masuk dalam daftar cabang yang dipertandingkan di PON Nusa Tenggara 2028.

Wakil Ketua I IODI Kaltim, Eliansyah Kastan, menegaskan bahwa para atlet Benua Etam sudah siap berkompetisi di berbagai event, baik tingkat junior maupun senior. Namun, ia menyoroti tantangan biaya yang tidak sedikit.

“Mudah-mudahan ini benar-benar bisa terwujud, jadi kami tidak gugup lagi kalau menghadapi event-event. Karena IODI ini memang betul-betul kita laksanakan satu orang dalam pertandingan itu harus siap di luar dari tiket dan lain sebagainya Rp5 juta, pakaiannya, sepatunya. Baru kita dikutkan sudah protes, bajunya saja Rp5 juta. Ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Eliansyah berharap, keikutsertaan atlet dalam kejuaraan-kejuaraan dapat mengembalikan kejayaan prestasi dancesport Kaltim di level nasional.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, mengapresiasi pencapaian IODI Kaltim yang berhasil menyumbangkan 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu pada PON 2024 lalu. Ia menyoroti bahwa dari data sementara PON Nusa Tenggara 2028, terdapat 42 cabang olahraga yang dipertandingkan, namun dancesport belum termasuk.

“Kami berharap dalam rapat kerja ini coba anda rumuskan, buatlah satu rekomendasi nanti disampaikan kepada IODI Pusat, dan sama-sama akan kita perjuangkan. Semoga kita bisa sama-sama lagi kembali pada PON di NTB dan NTT,” kata Rusdiansyah.

Ia menegaskan bahwa dancesport merupakan salah satu cabang yang konsisten menyumbangkan medali emas untuk Kaltim.

“Kami menaruh harapan besar. Dari 18 cabor peraih medali emas, salah satunya IODI Kaltim. Dari 18 itu ada 11 cabor yang tidak dipertandingkan, termasuk IODI. Karena itu kami ingin ini bisa diperjuangkan,” tambahnya.

Rusdiansyah juga mengingatkan pentingnya pembinaan berjenjang di daerah.

“Pengurus di kabupaten/kota setidaknya memiliki minimal dua klub agar organisasi kecaboran dapat berjalan baik dan sehat, guna membuat prestasi juga menjadi sehat,” tutupnya. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *