
Samarinda, Kaltimedia.com — Setelah dipastikan kembali dipertandingkan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di Nusa Tenggara, cabang olahraga futsal membawa misi berat bagi Kalimantan Timur. Tantangan besar menanti: mempertahankan medali emas yang berhasil diraih tim futsal putra Kaltim pada PON XXI 2024 di Aceh–Sumut.
Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Kaltim, Adnan Faridhan, mengakui bahwa mempertahankan prestasi puncak akan jauh lebih sulit daripada meraihnya pertama kali.
“Tantangan pasti lebih besar karena sekarang semua mata tertuju ke Kaltim. Semua tim akan datang dengan semangat tinggi untuk mengalahkan juara bertahan,” ujarnya saat ditemui media, Jumat (11/7/2025).
Adnan menilai, keberhasilan Kaltim di PON sebelumnya justru menjadi beban tersendiri. Apalagi, tuan rumah PON 2028 dan daerah pesaing lainnya pasti akan memberikan perlawanan maksimal demi merebut medali emas dari tangan Kaltim.
“Kalau mereka semangatnya dua kali lipat saat melawan Kaltim, maka kita harus persiapkan semangat anak-anak kita empat kali lipat,” tegasnya.
Sebagai bentuk kesiapan, AFP Kaltim telah menyusun program jangka panjang untuk pembangunan tim yang lebih kuat, terutama melalui pemusatan latihan satu tahun penuh pada 2027.
“Kita tidak boleh santai. Butuh pembinaan panjang dan pembentukan tim yang benar-benar solid secara teknis, fisik, dan mental. Persiapan matang adalah kunci,” tambah Adnan.
Namun, bukan hanya lawan yang menjadi tantangan. Menurut Adnan, skuad peraih emas di PON 2024 tidak bisa lagi turun membela Kaltim pada edisi berikutnya karena terbentur batasan usia pemain.
Atas dasar itu, AFP Kaltim akan mulai menjaring bibit-bibit baru dari sekarang, dengan menurunkan tim talent scouting untuk memantau pemain kelahiran tahun 2008, yang akan memenuhi syarat usia pada saat PON 2028 digelar.
“Regenerasi harus segera dimulai. Kita fokus pantau pemain muda, khususnya yang lahir 2008. Ini penting agar kita bisa membentuk fondasi tim sejak dini,” jelasnya.
Dengan tekanan tinggi sebagai juara bertahan dan formasi tim yang harus dibangun dari awal, Kaltim kini berada di persimpangan antara mempertahankan kejayaan atau memberi ruang bagi kejutan dari daerah lain. Namun Adnan optimis, dengan kerja keras dan persiapan matang, futsal Kaltim siap bersaing di panggung nasional empat tahun mendatang. (Dy)
Editor: Ang





