Pemkab Paser Dukung Program Ketahanan Pangan di Rutan Grogot: Dorong Kemandirian Warga Binaan

Foto : Rutan Kelas IIB Tanah Grogot gelar program penanaman bibit pohon dan penyebaran benih ikan lele. Sumber : Istimewa.
Foto : Rutan Kelas IIB Tanah Grogot gelar program penanaman bibit pohon dan penyebaran benih ikan lele. Sumber : Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanah Grogot resmi menggelar program penanaman bibit pohon dan penyebaran benih ikan lele sebagai bagian dari implementasi program ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Kabupaten Paser.

Sekretaris Daerah Paser, Katsul Wijaya, menyampaikan dukungannya terhadap program yang dinilai mampu menjadi sarana pembinaan dan pemberdayaan warga binaan. Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan bekal penting bagi para narapidana ketika kembali ke masyarakat.

“Adanya pengukuhan Kelompok Tani di Rutan Grogot menjadi langkah strategis dalam menyiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan dan kesiapan mental ketika bebas nanti,” ujar Katsul kepada awak media, Sabtu (5/7/2025).

Ia menilai, keterlibatan warga binaan dalam sektor pertanian, perkebunan, hingga budidaya perikanan akan menjadi bekal konkret yang dapat diterapkan di luar rutan.

“Ini bukan hanya sekadar kegiatan selama di dalam tahanan, tapi juga bekal hidup. Karena sebagian besar warga binaan di sini berasal dari Paser, maka program ini juga menjadi investasi sosial bagi daerah kita,” ungkapnya.

Lebih jauh, Katsul menegaskan pentingnya kesinambungan program pembinaan. Ia berharap pelatihan-pelatihan semacam ini tidak berhenti di sektor pertanian saja. Menurutnya, potensi pengembangan keterampilan lain seperti mekanik, servis pendingin ruangan (AC), atau perbengkelan juga patut dipertimbangkan.

“Rutan bisa melakukan asesmen untuk melihat minat dan bakat para warga binaan, lalu mengembangkan pelatihan sesuai potensi tersebut. Kami dari Pemkab siap menjajaki kerja sama dengan OPD terkait,” jelas Katsul.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan masyarakat terhadap eks warga binaan, agar mereka tidak kembali terjerumus ke dalam perilaku negatif.

“Kita tidak ingin mereka kembali mengulangi kesalahan karena tidak ada aktivitas atau pekerjaan setelah keluar. Maka dari itu, program pembinaan ini harus diiringi dengan penerimaan dari masyarakat dan peluang kerja yang layak,” ujarnya.

Dengan pembinaan yang tepat dan lingkungan yang mendukung, Katsul yakin para mantan narapidana bisa kembali berdaya, bahkan memberi kontribusi positif di tengah masyarakat.

“Kalau mereka dibekali kemampuan dan diterima di tengah masyarakat, kepercayaan dirinya akan tumbuh. Ini yang kita harapkan mereka pulang sebagai pribadi yang lebih kuat dan berguna,” tutupnya. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *