Asprov PSSI Kaltim Adakan Kongres Bahas Regulasi

Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Kaltim, menggelar Kongres Biasa yang dihadiri oleh Askab-Askot se-Kaltim dan klub bola, di Hotel Royal Park Samarinda, pada Minggu (25/05/2025) siang.

SAMARINDA – Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Kaltim, menggelar Kongres Biasa yang dihadiri oleh Askab-Askot se-Kaltim dan klub bola, di Hotel Royal Park Samarinda, pada Minggu (25/05/2025) siang.

Dalam Kongres Biasa kali ini membahas soal penetapan Anggota Askab PSSI Kubar, kemudian agenda PSSI selama 2025 seperti guliran Piala Soeratin U 13, 15 dan 17. Selain itu juga, Asprov menyampaikan terkait beberapa regulasi pertandingan, serta tugas dan kewajiban Askab-Askot tahunan.

Wakil Ketua Asprov PSSI Kaltim, Syafruddin Duntu menerangkan, bahwa seluruh kabupaten/kota harus mempersiapkan para atletnya, sebab muara dari Piala Soeratin nanti menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) Nusa Tenggara Tahun 2028 mendatang.

“Kita akan mulai dari Askab-Askot kabupaten/kota kita siapkan. Makanya tadi agendanya Soeratin itu di combine (kombinasikan) kesana untuk nanti jadi tim di Porprov. Dari Porprov nanti siapa saja pemain yang main di PON,” kata Syafruddin Duntu kepada awak media.

Sementara itu, Sekjen Asprov PSSI Kaltim, Supono, menanggapi pernyataan Ketua Umum KONI Kaltim terkait regulasi batasan usia di Porprov Paser pada 2026, akan melihat aturan batasan yang ditetapkan oleh tuan rumah lebih dulu.

“Pembatasan untuk Porprov kan kelahiran 2007, jadi kita menyesuaikan dulu PONnya ini tahun berapa yang dimainkan. Misal 2007 kan masih 17, berarti ke PON itu usia 20an kalau tidak ada perubahan,” kata Supono menjelaskan.

Kemudian, pria yang akrab disapa Babe Pono itu menambahkan terkait guliran Piala Soeratin U13 dan U15, seluruh Askab-Askot harus menggelar event tersebut di daerahnya masing-masing, kemudian dipersiapkan untuk mengikuti pada putaran Provinsi yang akan bergulir pada Juli 2025

Namun, Ia menegaskan bahwa setiap daerah tidak boleh mengambil pemain dari luar daerah, bahkan diluar kabupaten/kota, sebab harus memaksimalkan putra asli daerahnya.

“Tambahan Soeratin, itu dimulai dari regional dari kabupaten/kota bulan depan. Jadi pesertanya itu adalah klub SSB dan tidak boleh ngambil pemain dari luar. Artinya diluar kota/kabupaten pun tidak boleh. Jadi misalnya atlet Kubar ya harus Kubar. Kita harus memanfaatkan atlet yang ada, putra daerah,” ujar Babe menerangkan.

Setelah di Provinsi, nantinya untuk Soeratin putaran nasional rencananya bakal digelar pada Agustus-September 2025.

Selain itu, nantinya juga ada guliran Piala Soeratin U17 dan Piala Pertiwi. (Dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *