
Kadis Ketahanan Pangan Mulyono
PENAJAM – Pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tetap menjaga distribusi pangan tetap stabil. Kepala DKP Kabupaten PPU, Mulyono, menyampaikan bahwa DKP bersinergi dengan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan mengurai berbagai data untuk menentukan ketahanan pangan dalam skala keluarga.
“Nanti (data) diolah Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang). Ya kami di situ satu tim kelompok kerja (pokja),” ujar Mulyono belum lama ini.
Data yang telah berhasil diolah menjadi acuan penyaluran berbagai program. Baik program Desa B2SA maupun penyaluran bantuan natura.
Adapun kebutuhan penyaluran bantuan yang dibutuhkan mencapai lebih dari 500 anak. Namun karena keterbatasan anggaran, maka saat ini DKP PPU baru bisa melaksanakan penyaluran bantuan kepada 360 anak.
“Saya minta kepada tim pokja untuk dihitung lagi dan disesuaikan untuk 360 anak,” ulasnya.
Dengan demikian, penyaluran bantuan antar kecamatan berbeda-beda dan paling banyak disalurkan untuk Kecamatan Penajam.
“Kalau untuk Kecamatan Babulu ini kurang lebih ada 50 anak yang betul-betul memerlukan untuk penanganan gizi buruk,” ucapnya.
Secara akurasi, bantuan yang disalurkan di Kecamatan Babulu juga tersebar. Misalnya penerima bantuan di Desa Babulu Laut hanya diberikan kepada dua orang anak. Sementara di Desa Sebakung Jaya diprioritaskan untuk tujuh anak.
“Yang banyak di Kecamatan Babulu ini disalurkan kepada anak di Desa Gunung Intan dan Babulu Darat,” urainya.
Dia berharap penyaluran bantuan ini dapat tetap sasaran dan memberikan dampak positif bagi para penerima bantuan. Sehingga Kabupaten PPU dapat menekan angka stunting secara maksimal. (advertorial)





