
Ilustrasi mengukur tinggi badan anak
PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU), terus berupaya melawan stunting. Salah satu program melawan stunting yakni meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui program Desa B2SA. Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten PPU, Mulyono, mengatakan, Program Desa B2SA adalah singkatan dari Beragam Bergizi, Sehat dan Aman.
“Kalau dulu lebih dikenal dengan istilah empat sehat lima sempurna,” ujar Mulyono beberapa waktu lalu.
Program ini terbentuk dari upaya sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat. Sehingga dapat mengonsumsi makanan sehat yang beragam dalam satu piring.
Jadi isinya tidak hanya nasi saja, namun juga ada lauk, sayuran dan buah. Sehingga mencukupi kadar gizi yang diperlukan tubuh manusia.
Mulyono menerangkan, penerapan program B2SA di Kabupaten PPU mendapat alokasi anggaran dari Badan Pangan Nasional (BPN), untuk diterapkan pada tiga desa dan satu kelurahan.
“Rata-rata ada 40 anak di setiap desa yang mengalami kurang gizi atau gizi buruk,” terangnya.
Salah satu desa yang mendapat bantuan program B2SA adalah Babulu Laut. Mulyono menilai Desa Babulu Laut adalah penghasil ikan dan produk pertanian, khususnya padi.
Sementara itu, anggaran dana desa atau ADD paling besar di Kabupaten PPU. Di sisi lain, statistik menunjukkan, dulunya indikator kemiskinan ekstrem dan jumlah anak stunting atau tengkes paling banyak dari desa tersebut.
“Sehingga program dari DKP PPU kami arahkan ke sini,” ungkapnya.
Selain itu, penanganan kemiskinan ekstrem di Desa Babulu Laut juga menjadi perhatian beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Seperti Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes) maupun DKP.
“Kami tidak hanya membantu dari B2SA, tapi juga membantu melalui program bantuan natura, tapi tidak semuanya,” ulasnya.
Menurutnya penyaluran bantuan natura diseleksi para ahli gizi yang ada di puskesmas induk masing-masing kecamatan. Ia menyebut, penerapan program B2SA dan penyaluran bantuan natura sebagai bentuk komitmen Pemkab PPU bergerak dengan cepat dalam intervensi stunting dan mengentaskan kemiskinan di daerah. (advertorial)





