
SAMARINDA – Tidak terasa kurang dari 3 pekan lagi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 di Aceh dan Sumut akan segera digulirkan, tepatnya dibuka secara resmi pada 8 September mendatang. Di sisa waktu yang ada ini sangat dimanfaatkan kontingen Kaltim untuk menggenjot pematangan persiapannya.
Seperti cabor tenis lapangan Kaltim yang kini tengah fokus menjalani program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) KONI Kaltim di Samarinda. Persiapan ini harus dilakukan agar targetan pada multi event 4 tahunan itu bisa di capai.
Ketua Pengprov Pelti Kaltim, Zairin Zain, menjelaskan bahwa target yang ingin di capai ini bersifat realistis, sebab pada ajang Pra PON 2023 lalu hanya bertanding secara wilayah atau zona, meski atletnya mendapatkan medali emas.
“InsyaAllah misalnya mereka betul-betul fit bisa saja mendapatkan zona medali itu sudah unggulan, sementara kita di pakai hasil yang ada hanya dalam posisi kewilayahan. Yang penting jangan bertemu dengan Jatim dulu itu paling kuat,” ujar Zairin kepada awak media.
Kemudian target zona medali ini bisa diraih jika bisa menghindari Jatim dan Jakarta yang merupakan lawan terberat, sebab ada beberapa atlet yang pernah mencicipi kejuaraan internasional.
“Karena pemain-pemain kita yang nasional itu ditarik mereka semua dan dibayar semua seperti atlet *alsel itu kesana. Kedua yang terberat itu DKI, kalau jogja masih bisa lah kita imbangi,” ucapnya.
Lebih lanjut, Zairin juga menyebutkan, ada 2 nomor tanding yang diunggulkan dan berpotensi medali. Namun untuk salah satu kategori yakni tunggal putra diakuinya belum bisa bersaing denga daerah lain, sebab atletnya dalam kondisi yang sudah tidak prima lagi.
“Kita di ganda campuran dengan ganda putra potensi medali, kalau tunggal putra ni umurnya sudah diatas 29, jadi kurang. Tapi ada 1 pemain tunggal 24 tahun yang masih kita bina dan dia potensi,” ujarnya Zairin. (Dy)





