Matangkan Persiapan PON, Atlet Sepatu Roda Kaltim Bakal Try Out di Jakarta dan Taiwan

Matangkan Persiapan PON, Atlet Sepatu Roda Kaltim Bakal Try Out di Jakarta dan Taiwan

SAMARINDA – Tim sepatu roda Kaltim terus menggenjot tekniknya saat latihan, dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) yang terfokus di kawasan Komplek GOR Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda.

Guna lebih mematangkan persiapan jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-21 Tahun 2024 di Aceh dan Sumut nanti, para roller Benua Etam ini perlu serius dalam meningkatkan tekniknya, yakni dengan melakukan try out keluar daerah.

Seperti yang dijelaskan Pelatih sepatu roda Kaltim, Romiansyah, jika pihaknya kini telah melakukan pengajuan ke KONI Kaltim untuk melaksanakan program tersebut, dengan mengirimkan atletnya ke Jakarta dan Taiwan.

“Untuk try out ini harus ada surat menyurat antara DKI sama Kaltim, kita diterima gak disana? dan lawan tanding kita siapa disana. Untuk ke Taiwan juga begitu kita harus punya undangan dari mereka, nanti Taiwan menyurati dan kita sama-sama berangkat yang 4 orang ke Taiwan dan 4 lagi ke Jakarta ” ucap Romiansyah menjelaskan.

Sebanyak 8 atlet yanga akan turun ke PON ini dibagi dua untuk try outnya, lantaran peningkatan kualitas teknik terhadap atlet yang berpotensi medali emas.

“Yang potensinya untuk medali emas kita persiapkan kita ke Taiwan, sedangkan yang notabennya hanya perak dan perunggu kita masukkan ke Jakarta,” ujarnya.

Untuk yang di daerah nantinya lebih dulu try out di Bekasi, kemudian beralih ke Jakarta. Di mana kedelapan roller Kaltim ini rencananya akan mulai berangkat pada 20 Juni nanti, jika program ini di setujui.

Lebih lanjut, Romi menerangkan, seperti biasanya menjelang hari H pertandingan di PON yang akam bergulir pada 8 September 2024 nanti, jika timnya akan berkesempatan untuk test venue pertandingan selama 2 hari.

“Bebera hari menuju hari H kita juga ada latihan kalau gak di Medan atau Aceh sebelum hari H. Biasanya kita dikasih jeda waktu, ada giliran, misalkan nanti kita datang bulan Agustus dan disana dikasih jatah 2 hari untuk latihan jadi kita gunakan, biasanya gitu,” katanya Romi.

Selama menjalani Pelatda di Komplek GOR Kadrie Oening, tim sepatu roda Kaltim terkendala lintasan yang juga digunakan oleh masyarakat dan sering dipakai oleh UPTD dengan berbagai macam kegiatan.

Sehingga dengan kendala tersebut membuat anak asuhnya cukup kesulitan dan kurang mood latihan, karena ruang batas yang tidak bisa dipakai untuk berlatih. (Dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *