
SAMARINDA – KONI Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Kamis (08/02/2024) telah memulai test fisik tahap awal menjelang Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda). Di mana test tersebut berlangsung di beberapa tempat yang berbeda.
Saat ditemui di GOR Kadrie Oening, Samarinda, Konsultan Teknik KONI Kaltim, Dikdik Zafar Sidik menerangkan dalam test fisik yang dilaksnakan sejak pagi hingga sore hari, setiap cabor melakukan test yang berbeda.
Sebagai contoh, cabor Taekwondo yang memiliki model periodesasi berbeda dengan cabor lain, meski sama-sama dalam tahap persiapan umum.
“Contoh taekwondo, kyorugi dan pomsae itu ada latihan yang berbeda sehingga ini yang akan menjadi catatan atlet di mana mempersiapkan atlet harus melalui perencanaan program,” ucap Dikdik.
Kemudian penyusunan program latihan perlu adanya data agar atlet benar-benar bisa meningkatkan kualitas fisiknya.
“Jadi itulah yang nantinya di cermati yang berbasis pada data jadi tidak boleh tidak berdasarkan data. Jadi ini data awal menyusun pelatihan perencanaan yang betul-betul terdata,” katanya.
Lebih lanjut, Dikdik menjelaskan dalam test fisik tahapan awal ini seperti dokter yang memeriksa kondisi pasien. Sama hal nya test ini, untuk dapat mengetahui sejauh mana kondisi fisik yang dimiliki atlet, kemudian dievaluasi setelah menerima data keseluruhan setelah test.
“Jadi kepada atletnya kalau mau resep seperti obat itu kan pasti dokter memeriksa pasiennya dulu kemudian obat itu muncul setelah di diagnosa, sama, nanti data itu ada kemudian kita kaji dan analisa, kelebihannya apa dan kelemahannya apa kira-kira potensi itu ditingkatkannya bagaimana,” ujarnya.
Dikdik menyebut, test fisik tahap awal ini harus dikembangkan sebagai modal awal, yang di mana nantinya setelah stabil, kemudian akan ditingkatkan kembali intensitasnya pasa test fisik lanjutan. (Dy)



