
SAMARINDA – Ketua Umum KONI Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Rusdiansyah Aras, pada Senin (22/01/2024), menyambangi kediaman mantan Gubernur Kaltim, Isran Noor.
Selain untuk bersilaturahmi, kedatangan Rusdi beserta jajarannya memberikan laporan hasil akhir babak kualifikasi (BK) PON 2023 lalu.
Di mana dalam laporan tersebut, Kaltim berhasil menempati peringkat 4 besar nasional, dibawah Jawa Barat (1), Jawa Timur (2), dan DKI Jakarta (3). Sementara dibawahnya ada Jawa Tengah (5), Bali (6), DI Yogyakarta (7), dan Papua (8).
Suksesnya Kaltim meraih prestasi tersebut tentu saja tak lepas dari dukungan Isran Noor saat masih menjabat Gubernur.
Kabid Humas KONI Kaltim, Zulkarnain menjelaskan bahwa kedatangan ini juga mengajak Isran untul menjadi Ketua Kontingen Kaltim dalam menghadapi PON ke-21 mendatang.
“Jadi pak Isran menyambut baik itu, dan dia berkata ‘Selamat, bahwa itu berhasil, diupayakan dan dipertahankan’. Beliau menyatakan kesiapan menjadi Ketua Kontingen Kaltim dan akan siap mengikuti beberapa acara yang sudah dicanangkan oleh KONI, misalnya tanggal 1 Maret itu ada pencanangan bila hadir,” ucap Zulkarnain kepada awak media.
Selaim itu, Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik rencananya akan mengukuhkan Isran sebagai Ketua Kontingen.
“Kemudian beliau juga dikukuhkan sebagai Ketua Kontingen oleh Pj Gubernur. Terus jalan 2 bulan Pelatda nanti, beliau setelah lebaran itu ada memberikan semacam motivasi khusus kepada atlet, beliau siap aja,” ujarnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Zul itu juga menerangkan, Isran Noor memberikan pesan agar atlet dijaga dan perlu disiplin latihan, agar giat melaksanakan program latihan pada Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) nanti.
“Beliau juga ke Aceh dan Sumut sebagai Ketua Kontingen. Intinya dia mengingatkan, anak-anak diatur, programnya apa, dan beliau tadi sudah dilaporkan pak Rusdi misalnya Pelatda itu akan dibagi 2. Satu di hotel Mesra, satunya di Hotel Atlet,” ucap Zul.
Selain iti atlet yang dipersiapkan ke PON nanti akan menjalani pemusatan akan medapatkan uang saku, dengan nilai yang bervariatif.
“Terus TC Sentralisasinya dari Maret sampai April, termasuk uang saku yang akan diterima atlet berdasarkan prestasinya. Kan uang saku Pelatda itu emas lain, perak lain, perunggu lain, dan atlet non medali pun lain,” katanya menjelaskan.
Kedatangan dan laporan-laporan yang disampaikan KONI Kaltim sangat direspon dengan baik oleh Isran Noor. Bahkan usulan bonus peraih emas di PON Rp300 juta juga sangat didukung penuh, yang kini tengah dalam tahapan usulan. (Dy)



